Senin, Desember 24, 2018

Ms.Ma Goddess of Revenge (Ms.Ma Nemesis) Episode 1 ~ by2206am


Flashback
Malam hari di tengah - tengah hutan, terlihat seorang wanita mengenakan setelan jas bersimpuh ditanah sambil menatap kedua telapak tangannya yang dipenuhi darah, dia adalah Ms.Ma. Ms Ma menangis dan menjerit menatap sesosok mayat berlumuran darah dihadapannya.
Puluhan polisi menyisir gelapnya hutan dengan menggunakan senter untuk menuju sumber suara. “sebelah sini”, kata seorang polisi.




Hujan turun seiring jerit tangis Ms.Ma yang semakin memecah keheningan malam. Menghapus semua jejak pembunuhan yang ada.
Detektif Han Tae Kyu menerobos gerombolan polisi untuk melihat lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi.



Adegan beralih ke 9 tahun kemudian.

Seorang anak kecil berlari di halaman rumah sambil membawa gembor air dan kemudian melakukan tos dengan ibunya yang baru selesai menjemur pakaian. Anak kecil itu lalu berhenti di pinggir jalan memperhatikan banyaknya mobil polisi yang melintas, karena khawatir sang ibu pun menghampiri anaknya, menggendong, dan ikut memperhatikan mobil – mobil yang lewat.

 Mobil – mobil itu ternyata sedang menuju Rumah Sakit Forensik Nasional (Rumah Sakit ini berisi tahanan yang mengalami gangguan kejiwaan)


 Det. Han turun dari mobil diikuti oleh para bawahannya, sejenak ia menghela nafas dan langsung menanyakan keberadaan Pak Jo kepada seorang staf (Pak Lee) yang berjalan menghampirinya di depan pintu masuk.
Pak Lee : “Dia dipindahkan ke kantor lain kemarin, aku Pak Lee. Ada keributan apa ini saat aku baru datang ?”. (maksudnya staf ini baru datang bekerja di RSFN untuk menggantikan posisi Pak Jo, jadi pak Jonya gak ada di RS)
 Det. Han mengabaikan Pak Lee dan memerintahkan salah satu bawahannya untuk segera menutup gerbang utama.

Pak Lee : “Dia tidak mungkin bisa kabur keluar, kami memeriksa semua orang yang datang dan langsung mengunci gerbang saat itu terjadi”
Det.Han : “Apa tahanan yang kabur wanita itu (Ms. Ma)?”

Pak Lee : “Benar. Kamu tahu ?, wanita yang membunuh putrinya sendiri !”



Kondisi di dalam RS sangat kacau, pengunjung tertahan di dalam, sementara alarm keamanan berbunyi,  dan jeruji keamanan mulai menutup satu persatu. “Aku meminta mereka semua (pengunjung) menunggu untuk sementara”, kata Pak Lee kepada Det. Han. Det. Han pun akhirnya memerintahkan salah satu anak buahnya untuk memeriksa semua KTP pengunjung dan menahan pengunjung sampai ada instruksi selanjutnya.

 Saat menunggu pintu lift terbuka, Det. Han merasa ada orang yang mengawasinya. Ketika dia menatap kebelakang, wanita yang melihatnya langsung memalingkan wajah dan memunggunginya sehingga mereka tidak saling bertatap muka. Dan disini kita tahu bahwa wanita itu adalah Ms Ma yang sedang menyamar menjadi perawat. Namun det. Han mengabaikan dan tak menaruh curiga sedikitpun.

 “Periksa sekeliling lingkungan ini”, perintah Det. Han pada det.Cheon
Pak Lee : “Ada layar CCTV di ruang pengawasan. Antarkan dia (det.Cheon) ke sana”. Perintahnya pada satpam.
Det. Han : “Kamu punya foto terbaru wanita itu ?”
Pak Lee : “Tim urusan umum mungkin punya”
“Ambilkan fotonya dan periksa semua orang di lobi”, perintah det. Han lagi pada satu anak buahnya yang masih tersisa.

Akhirnya det. Han bersama pak Lee memantapkan langkah memasuki lift menuju lantai tiga.
Det. Han : “kapan kamu mengetahuinya ?”
Pak Lee : “Dia kabur saat kami kembali dari terapi musik usai sarapan”
Det. Han : “Dia ada di aula ?”
Pak Lee : “Tentu saja, sudah kami pastikan. Ada total 55 orang tanpa pengecualian. Itu yang paling penting, kami memastikan jumlahnya saat masuk dan keluar”



Flashback, 24 menit sebelum insiden terjadi
“51”
“52”
“53”
“54”
...
Setelah makan siang pasien – pasien mulai berbaris rapi dan berhitung untuk menyaksikan pertunjukan terapi musik. Seorang perawat dengan sangat teliti dan hati – hati berdiri di depan pintu masuk berbentuk jeruji penjara untuk menghitung jumlah pasien yang masuk. Namun saat sampai pada hitungan ke-55. Perawat harus melantangkan suaranya hingga beberapa kali sampai akhirnya....
Ms. Ma : “55, selesai”, jawabnya pada perawat sambil memegangi kerah bajunya.
Adeganpun beralih pada CCTV yang menyorot Ms.Ma memasuki ruang terapi musik



Pergi sebagai gaung”

“Apapun yang orang lain katakan”
“kamu lebih cantik daripada bunga”
“Kamu telah melalui”
“Kesepian ini”
“Kamu lebih cantik daripada bunga”
Para pasien sangat menikmati pertunjukan terapi musik di aula RS yang dibawakan oleh Kang Soo Young dengan berjoget di tempat duduknya masing - masing, namun beda halnya dengan Ms.Ma yang terlihat sedang duduk termenung memandang birunya langit dari celah dinding, lalu sebuah senyum harapan tersungging diwajahnya. Sepertinya iya tersenyum karena membayangkan bagaimana rencananya untuk bisa keluar dari tempat terkutuk ini akan berhasil.



Flashback end, 21 menit setelah insiden terjadi
det. Han dan Pak Lee yang baru keluar dari lift, langsung disambut salam hormat staf pembuka pintu jeruji yang bernama pak Choi.
Det. Han : “Bagaimana dengan saat pengantian staf ?”
Pak Lee : “Dia tidak mungkin kabur melewati pintu – pintu besi ini. Selain itu, saat melewati ini, dan jumlahnya ada 55.
Pak Choi dengan raut muka putus asa dan ingin menangis langsung menumpali ucapan Pak Lee, “Ini benar – benar bukan salahku”
Pak Lee : “Lantas ini salahku ?”
Pak Choi lanjut menjelaskan, “Tepat didepan sini juga jumlahnya 55 orang, aku sendiri yang menghitungnya”, sambil menujuk – nunjuk pintu jeruji.


 Flashback
Pak Choi menghitung jumlah tahanan usai menyaksikan terapi musik Kang Soo Young dan memang benar Ms.Ma masih ikut terhitung, ia belum menghilang.
“22”
“23”
...
“53”
“54”
“55”
“selesai”

 Flashback end
Pak Choi : “Jumlahnya benar – benar 55. Sungguh !!”, jelasnya dengan helaan nafas. Ia benar – benar ketakutan kalau – kalau segala kesalahan atas menghilangnya Ms.Ma akan dilimpahkan kepadanya, “Aku sudah memeriksa rekaman CCTV, dan menghitung satu per satu, aku tidak bertanggung jawab atas insiden ini”, jelasnya lagi.
Pak Lee langsung menyela dengan nada tinggi, “Astaga, berhenti membicarakan tanggung jawab dan buka gerbang jeruji ini !”


 23 menit setelah insiden terjadi
Det.Han masih berjalan menyusuri koridor – koridor ditemani Pak Lee dan Pak Choi, tentunya sambil memperhatikan segala aktifitas pasien beserta perawat di setiap bangsal. Sampai akhirnya det. Han berhenti didepan pintu jeruji yang terkunci dan berusaha membukanya secara paksa untuk menguji sistem keamanan di RS tersebut.
Pak Lee : “Bisakah kamu mempercayainya ?, kami mengurung mereka dibalik pintu besi tiga lapis. Jadi bagaimana bisa satu orang kabur ?”
Det. Han : “Siapa yang mengetahui lebih dahulu ?” (mengetahui Ms.Ma menghilang)
Pak Lee : “Tentu saja salah satu perawat. Para perawat itu memastikan semua bangsal terkendali”
Det. Han : “Semua perawatnya ada disini?”
Pak Lee : “Beberapa menjaga pengunjung di lobi, kamu  juga melihatnya tadi”
Det. Han : “Bahkan perawat melakukan tugas semacam itu ?”, tanyanya heran.
Pak Lee : “Itu karena kami tidak punya penjaga penjara. Perawat disini juga penjaga penjara”, jawabnya membela diri



Penyelidikan masih terus berlanjut hingga akhirnya mereka bertiga memasuki bangsal tidur Ms. Ma. Pak Lee pun menunjukkan dimana letak tempat tidur Ms. Ma. Det.  Han mulai mengamati dengan teliti semua barang – barang milik Ms. Ma, mulai dari peralatan mandi di samping ranjang, buku – buku tebal yang tersusun lumayan rapi, langit – langit ruangan, jendela yang tertutup rapat.



 Pak Lee :”Ada apa ini sebenarnya ?, dia tidak mungkin terbang lewat langit atau pun masuk ke dalam tanah”. :D
Tiba – tiba ada seorang pasien yang menggigiti jari telunjukknya sambil tersenyum – senyum berjalan mendekati mereka dan mengatakan, “Ada satu orang lagi bodoh”. Det. Han mendengarkan ucapan pasien dengan raut wajah serius, berbeda dengan Pak Lee yang menimpali dengan nada mengejek, “Tidak, satu orang hilang”. (Ms.Ma hilang)
 Pak Lee : “Kenapa kau diam saja ?”, bentaknya pada seorang perawat yang bertugas, agar menjauhkan pasien tersebut. Namun pasien perempuan itu terus mengatakan bahwa ada satu orang lagi!.


Yahh, namun akhirnya det.Han juga mengabaikan ucapan pasien gila.  Det. Han hendak beranjak pergi, namun matanya tak sengaja menatap gumpalan benang jahit berwarna putih yang diinjaknya sedari tadi. Saat mengamati lebih lanjut, Det. Han mendapat panggilan dari det.Cheon yang memintanya untuk segera datang menuju ruang pengawasan.

 26 menit setelah insiden terjadi
Di dalam ruang pengawasan ternyata ada Kang Soo Young (sang penyanyi) yang sedang ngomel – ngomel, “Lihat. Apa yang kamu lakukan, aku ini orang sibuk. Sebentar lagi aku harus tampil dihadapan para jenderal di Komplek Gyeryongdae malam ini. Bukankah sudah kuberitahu ?”, bentaknya pada seorang penjaga keamanan yang hanya tertuntuk, mengangguk-angguk, mengiyakan semua kata – kata Kang Soo Young.



 Det. Han akhirnya tiba di ruang pengawasan diikuti Pak Lee, dan pak Choi, ia langsung bertanya pada det.Cheon apakah sudah memeriksa keberadaan Ms. Ma.
Det. Cheon : Iya, tampaknya dia masih berada di sini.
Kang Soo Young menyela obrolan mereka, “Kau yang bertanggung jawab disini ?”
Det. Han : “Ya”, jawabnya santai
Kang Soo Young : “Baiklah. Kenapa kamu mengurung kami disini ?”
Det. Han : “ Ini akan selesai nanti malam. Mohon menunggu”
Kang Soo Young : “Nanti malam ?. seorang perawat bilang kamu akan mengurung kami sampai besok!!”, tanyanya nyolot :D
Det. Han : “Entah perawat mana yang bilang, tapi dia salah. Seseorang mungkin telah kabur dari sini”
Kang Soo Young : “Bukan aku. Benar ?. Apa aku kabur dari gedung ini ?”



 Det. Han : “Tidak, tapi...”, ahh det. Han menghela nafas dan menyuruh det.Cheon untuk membawa keluar Kang Soo Young.
Kang Soo Young : “Tidak tunggu, aku bukan tahanan yang kabur. Kenapa kamu mengurungku ?. kamu pikir aku wanita gila yang kabur dari penjara ?”, protesnya ketus dan mulai membentak menaikkan nada bicaranya.
Pak Lee berusaha menenangkan Kang Soo Young namun Kang Soo Young malah menjawab, “Bagaimana aku bisa tenang saat diperlakukan seperti seorang psikopat ?”
Det. Cheon menarik halus tangan Kang Soo Young untuk mengajaknya keluar, namun tangannya malah ditepis, “Pak Bawahan jangan ikut campur”. Kang Soo Young lanjut memarahi det. Han yang wajahnya masih adem ayem :D.
Kang Soo Young : “Kau, apa pangkatmu?”, tanyanya sambil memelototi det.Han
Det.Han tak menggubris kicauan itu, malah Det. Cheon yang mulai habis kesabarannya dan menaikkan nada bicaranya, “Anda bisa ditahan karena menghalangi proses penegakan hukum”
Kang Soo Young : “Menghalangi proses penegakan hukum ? hei!! Kamu pikir aku siapa ?” (ini Kang bicara sambil jejeritan, hati – hati yang nonton dramanya yah, gendang telinganya awas :D:)

Kemarahan Kang Soo Young bisa sedikit mereda saat kepala RS masuk ke ruangan keamanan untuk menanyakan keadaannya.




 32 menit setelah insiden terjadi
Akhirnya Kang Soo Young duduk tenang di lorong RS dan mulai curhat kepada kepala RS, “Dia bilang aku akan ditahan karena menghalangi proses penegakan hukum”
Di lorong itu juga det.Cheon marah – marah sambil mengepalkan tangannya, “Maksudku perawat mana yang salah menginformasikan bahwa pengunjung akan ditahan disini sampai besok?. aku harus menemukan dan menampar mulutnya”. Det. Han menyuruhnya untuk melupakan masalah itu dan memerintahkan det.Cheon untuk mencari perawat yang menelpon pak Choi dan mengatakan Ms.Ma menghilang. Det.Cheon menyanggupi perintah tersebut sambil menghela nafas berusaha menstabilkan emosinya.

 Ditinggal sendirian, det.Han dihampiri oleh kepala RS yang menanyakan apa yang sudah didapatkannya sejauh ini. Ia mengatakan, kemungkinan Ms.Ma masih ada disini dan memohon kepada Ketua RS untuk meminta bantuan kepada pangkalan militer terdekat.
Ketua RS : “Baik aku akan meminta bantuan militer, tapi kenapa kau tidak mengizinkan orang yang sudah diidentifikasi pulang ?.  Suami Kang Soo Young adalah Brigadir Jenderal di Kompleks Gyeryongdae, kita juga membutuhkan dia untuk pasukan bantuan”



 Det. Han : “Semua pengunjungpun harus menunggu, jika dia ada diantara mereka...”
Lagi – lagi Kang Soo Young memotong ucapan det. Han, “Kau pikir aku dia (Ms.Ma)?”, bentaknya
Kepala RS : “Bu Kang mohon tenanglah”.

 Ditengah – tengah perdebatan sengit itu, datanglah bawahan det. Han yang tadi ditugaskan untuk mendapatkan foto terbaru Ms.Ma dari tim urusan umum. Ia mengatakan jika sudah memeriksa semua wajah orang di lobi RS namun tidak menemukan Ms.Ma.
Kepala RS : “Mungkin dia bersembunyi di bangsal kosong, jadi mari kita periksa! Untuk sementara kita harus mengusahakan segala cara”.






36 menit setelah insiden terjadi
Para pengunjung akhirnya diperbolehkan meninggalkan RS. Saat ini det. Han sedang berada di ruang pengawas CCTV, dia meminta petugas memutar ulang rekaman para pasien yang sedang berhitung bersiap – siap memasuki ruang terapi musik, det.Han merasa aneh dengan gelagat Ms.Ma yang memegangi kerah bajunya saat berhitung. Det. Cheon selesai menjalankan tugas det.Han dan memaparkan hasil penyelidikannya, “aneh, kami tidak menemukan orang pertama yang menyadari dan melaporkan bahwa Ms.Ma menghilang”
Det. Han : “Ada satu orang lagi”, (det.Han mulai mempercayai kata – kata pasien gila )
Det. Cheon : “Apa ?”, tanyanya heran
Det.Han : “Ada satu perawat lagi”



 Flashback
Di bangsal tempat tidur Ms. Ma, seorang perawat mengatakan, “kalian sudah kembali. Mari lakukan penghitungan terakhir. Semua berdiri di depan ranjang masing – masing. Baiklah ini yang terakhir”.  Saat perawat mulai menghitung tiba – tiba ada perawat lain yang mengatakan bahwa salah satu pasien menghilang. Perawat itu adalah Ms.Ma yang telah menyamar. Perawat penghitung meminta semuanya tenang dan memerintahkan perawat lainnya untuk memeriksa dibawah ranjang. Saking paniknya perawat penghitung naik ke atas ranjang dan mulai menghitung ulang.  


Ms.Ma mulai melancarkan aksi penyamarannya dengan menelpon pak Choi, “Pak, salah satu tahanan menghilang”. Sontak pak Choi langsung berlari panik dan menjatuhkan telponnya.
Disini pula lah seorang pasien gila yang mendekati det.Han tadi mengamati apa yang dilakukan oleh Ms.Ma, dia tersenyum dan berkata, "disini ada satu orang lagi". Ms.Ma hanya menatapnya.


 Pak Choi mengintrogasi para perawat penjaga bangsal tidur Ms.Ma. (perawat jumlahnya 3 + Ms.Ma)
Pak Choi : “Kamu yakin satu menghilang ?, kembali keposisi masing-masing”, jawabnya berusaha menenangkan para perawat yang panik, padahal raut wajahnya sendiri panik kebangetan tapi ditahan jadinya lucu :D.
Perawat 1 : “Ini gawat”
Ms. Ma malah semakin menambah kepanikan, “Siapa yang akan disalahkan ?“
Pak CHoi : “Siapa yang akan disalahkan?,  aku jelas – jelas sudah menghitung. Kenapa aku disalahkan ?”, jawabnya dengan raut wajah marah+panik+ketakutan.
Ms.Ma : “Bisakah kamu memeriksa rekaman CCTV di ruang pengawasan, untuk memastikan jumlah tahanan ?”
Pak CHoi : “Ruang pengawasan ?”


 Ms.Ma : “Ini yang harus kita lakukan. Kamu harus memeriksa rekaman CCTV dan kami akan mencarinya di aula untuk memastikan. Jika jumlah tahanan yang masuk dan keluar sama dan kita menemukannya diaula kamu tidak perlu bertanggung jawab”,  jelas Ms.Ma panjang lebar sambil memegang tangan pak Choi dengan binar mata penuh pengharapan.

Pak CHoi : “Kamu benar. Baiklah, mari kita lakukan itu untuk sementara. Cepat ayo !”, jawabnya sambil menyodorkan kunci-kunci pintu jeruji pada perawat penghitung. Ms. Ma sedari tadi fokus memandangi kunci – kunci itu.
(Ms.Ma ini orangnya cerdas, namun ada beberapa adegan yang memperlihatkan seolah – olah dia mengalami gangguan jiwa, aku ngiranya dia ini orang yang masih punya akal pikiran sehat tapi memang mentalnya agak terguncang akibat kematian anaknya, tapi gak sampai gila, jadi Cuma perlu ke psikiater gak sampek harus masuk tahanan RSJ)


 Di ruang CCTV keadaan masih damai tentram, pak Lee asyik membaca majalah sambil duduk santai menjuntangkan kedua kakinya diatas meja. Disaat itulah pak Choi memasuki ruangan dengan nafas terengah - engah dan langsung meminta seseorang di depan layar CCTV untuk memeriksa ulang rekaman CCTV 10 menit yang lalu di lantai tiga.
pak Lee : “Pak Choi, ada apa ?”, tanyanya sambil membuka lembaran – lembaran majalah yang sedari tadi dibacanya.
Pak Choi : “Satu tahanan menghilang. Aku jelas-jelas sudah menghitung”
Kedamaian pak Lee sirna seketika, ia ikut – ikutan panik menyadari situasi darurat yang disebabkan oleh Ms.Ma. 

 Pak Lee : “Satu tahanan menghilang ?”, tanyanya pada pak Choi yang fokus menatap rekaman ulang CCTV sambil berhitung.
Pak Choi : “Mungkin dia bersembunyi di aula”
Pak Lee jelas marah mendengar jawaban pak Choi,”Lantas periksa aulanya!!,  kenapa kamu disini ?”
Pak Choi : “Aku sudah menyuruh perawat untu memeriksanya”, tegasnya dan kembali menghitung tahanan di CCTV. (entah kenapa aku selalu ketawa melihat pak Choi :D)
Staf di depan layar CCTV menyimpukan bahwa tahanan ini bukan menghilang tapi kabur. Sontak hal ini semakin membuat pak Lee frustasi dan mengumpat, “Tahanan kabur ? Sial. Pak Kepala bahkan sedang tidak disini”.
Pak Choi : “Ini bukan salahku. Aku sudah menghitung 55 orang”
Pak Lee : “Dasar Bodoh”
Pak Choi : “Aku yakin”
Pak Lee langsung menekan tombol darurat, sehingga alarm keamanan berbunyi dan gerbang jeruji menutup satu per satu.




Saat insiden terjadi.
Semua pengunjung di lobi panik, bertanya – tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi, ketiga perawat + Ms.Ma masih berlarian memeriksa aula dan ruang kosong untuk menemukan Ms.Ma. karena yang dicari – cari belum ditemukan, Ms.Ma mengusulkan agar mereka semua menuju lobi saja dengan menggunakan kunci gerbang yang tadi diserahkan oleh pak Choi.
 (padahal yang dicari – cari ada disitu, ini staf pekerja RSnya sering ganti – ganti, jadi tentu saja tidak ada yang hafal wajah setiap tahanan yang ada disana, mangkanya gak ada yang mengenali Ms.Ma),


Akhirnya mereka tiba di lobi, ketiga perawat asli melaporkan kepada pak Lee bahwa Ms. Ma masih belum berhasil ditemukan, dan pak Lee memerintahkan ketiga perawat untuk menenangkan para pengunjung yang sedari tadi panik karena di kurung di lobi. Ms. Ma selangkah lebih maju, ia sudah berpura – pura menenangkan seorang nenek tua agar tidak dicurigai.



39 menit setelah insiden terjadi
Det.Han dengan langkah cepat menuju lift agar segera tiba di lobi untuk memeriksa semua orang, ia berjalan sambil menerima telepon dari salah seorang bawahannya, det.Cheon dan pak Lee masih setia mengikuti dibelakangnya, “mereka sudah pergi ?”, tanya det.Han di telpon, memastikan.
Bawahan : “Aku disuruh melepaskan mereka” (pengunjung yang ditahan)
Det.Han : “Bagaimana dengan para perawat ?”
Bawahan : “Mereka semua masih disini”
Det.Han : “Tetap suruh mereka di sana. Aku segera turun”, det.Han menutup telpon, berusaha menahan amarahnya, dan segera berlari menuju lift.
Ulah Ms.Ma membuat pak Lee bertanya – tanya, “Bagaimana dia bisa mendapatkan seragam perawat ?”
Det.Han : “Para perawat tidak saling mengenal ?”
Pak Lee : “Pekerjaan disini berat, jadi, perawat datang dan pergi. Mereka bekerja dua sift, jadi terkadang tercampur, hari ini salah satunya”
Det.Cheon dengan seksama memperhatikan pemaparan pak Lee lalu kemudian mengangguk – anggukkan kepala tanda mengerti.




Setiba dilobi det.Han memarahi bawahannya karena hanya mendapati ada tiga perawat padahal jelas – jelas tadi ada empat orang. Membuatnya menghela nafas, dan tak sengaja matanya menangkap sesuatu yang mencurigakan di dalam  keranjang sampah. Det.Han berjalan menghampiri, mengambil, dan mengamati lebih dekat, ternyata itu adalah pakaian perawat. Det.Han tertawa frustasi menyadari kecerdikan Ms.Ma


 Flashack 36 menit setelah insiden
Para pengunjung mulai dilepaskan dan bisa meninggalkan RS, termasuk penyanyi Kang Soo Young. Ms.Ma masih asyik melancarkan penyamarannya sebagai perawat dengan mengarahkan para pengunjung menuju pintu keluar. Selang beberapa menit ia sudah berganti pakaian dan membuang baju perawatnya kedalam bak sampah, Ms.Ma mengenakan sepatu kets putih, kaos polos, dan overall putih. Ia berjalan keluar layaknya seorang pengunjung normal pada umumnya.


Langkah kakinya berhenti setelah berhasil keluar dari lobi, ia menutup mata sejekan, menarik nafas, dan memandang cerahnya langit, diiringi remang – remang pancar sinar matahari. Tak sengaja seorang pengunjung menabrak dan memarahinya, “Kamu sedang apa ? Astaga, cepat jalan. Yang benar saja”. Ms.Ma hanya diam tak menanggapi omelan itu, kemudian ia melanjutkan perjalanan dengan melepas pengikat rambut, namun langkahnya lagi – lagi berhenti, karena pandangannya teralihkan oleh sebuah kalimat mutiara yang tergantung dipohon “tapi biarkan keadilan mengalir bagai sungai, kebenaran bagai arus yang tidak berhenti mengalir”.



Disisi lain det.Han akhirnya keluar RS untuk menemui bawahannya, sang bawahan mengatakan bahwa pasukan batalion akan segara datang membantu dan pasukan bantuan juga akan segera tiba. Namun, det.Han malah memberikan perintah lain kepada bawahannya itu untuk menghubungi pers.
Bawahan : “Pers ?. kita membutuhkan izin untuk menjalankan penyelidikan terbuka”
Det.Han tetap kukuh dan mengatakan dengan mantap, “aku akan bertanggung jawab atas semuanya, jadi hubungi saja”.
Bawahan lainnya tiba – tiba bertanya, “” Pak, aku tahu anda yang mengurungnya (Ms.Ma) di penjara. Tapi dia seberbahaya apa sampai menghubungi batalion dan pers ?
Det.Han : “Kamu ingin tahu ?”, jawabnya dengan sorot mata tajam menghadap kamera.




 Flashback
Malam hari di tengah hutan, nampak seseorang yang berjalan lunglai, hingga akhirnya ia tak sanggup melangkah lagi dan duduk bersimpuh di tanah diselimuti raut wajah syok penuh kepedihan. Ia pun mencoba berkedip, berharap sesuatu yang ada dihadapannya hanya ilusi semata. Bibirnya bergetar, matanya berkaca – kaca, perlahan- lahan  ia merangkak menghampiri mayat anak perempuan yang wajahnya tertutupi rambut dengan darah mengalir deras dari kepala. Terlihat bongkahan batu besar penuh darah tergeletak di samping mayat. Ms.Ma mulai menangis histeris, masih tak percaya. Kedua telapak tangannya berusaha menyentuh darah segar yang masih tergenang di atas tanah. Iya, mayat perempuan itu adalah anak Ms.Ma yang bernama Jang Min Seo. Hujan turun menghapus semua jejak kejahatan. Puluhan polisi berkumpul mengelilinginya, termasuk det.Han Tae Kyu.



Flashback end
(Ms.Ma mengambil jemuran milik wanita yang tadi di awal episode mengamati mobil polisi yang melintas), tiba – tiba bola biru kecil menggelinding menyentuh kaki kiri Ms.Ma. Ia memungut bola itu dan mengembalikan pada anak kecil yang melangkah mendekati dan menyodorkan kedua tangannya meminta bola itu dikembalikan. Ms.Ma menyerahkan bola itu diiringi suara, “Sang Hoon, kemarilah”, panggil sang ibu.


 Ibu Sang Hoon asyik menonton berita yang membahas tentang pelarian Mr.Ma, di televisi itu pulalah wajah Ms.Ma terpampang dengan jelas sebagai buronan.
“Tahanan yang kabur dari Rumah Sakit Forensik Nasional adalah seorang wanita yang dengan brutal membunuh putrinya yang masih kecil. Usianya saat ini akhir 40-an, polisi berasumsi dia masih berada di dalam perbatasan Daejon. Mereka juga sudah mulai mencari ke pinggiran rumah sakit”, begitulah berita yang disampaikan pembawa acara, ditengah – tengah menonton TV, sang ibu tiba - tiba berdiri terperanjat dan langsung mengecilkan volume TV saat menyadari Ms.Ma masuk kedalam rumahnya sambil menggenggam erat tangan Sang Hoon. Tanpa bersuara (hanya dengan gerakan tangan), Ms.Ma meminta sang ibu untuk mengambilkan ponsel yang tergeletak dimeja depan TV , sang ibu menurut dan memberikan ponsel itu karena takut Sang Hoon akan terluka. Ms.Ma mengancam ibu Sang Hoon dengan mencengram erat kedua pipi Sang Hoon (Ms.Ma kayaknya penyayang anak – anak, dia cuma mengancam, tapi tidak menyakiti, itu aja pas mencengkram pipi Sang Hoon hanya tangannya yang mengeras tapi Sang Hoon sendiri tidak merasa kesakitan)


 Ms.Ma : “Aku yakin kamu sudah menebak, tapi akulah wanita gila yang membunuh putrinya sendiri dengan sebuah batu”. Sontak ibu Sang Hoon sangat terkejut mendengar pemaparan Ms.Ma, ia menutup mulut dengan kedua  tangannya berusaha menahan jerit. Ms.Ma melanjutkan ancamannya, “Jadi, tenanglah agar putramu tidak merasa takut. Sang Hoon, aku bisa melukai Sang Hoon disini. Itu berlaku juga untukmu. Tapi itu tidak akan terjadi, jika kamu menuruti ucapanku. Kamu paham ?”, sang ibu hanya mengangguk, menyanggupi permintaan Ms.Ma sambil menahan tangis ketakutan. Ms.Ma lalu membiarkan Sang Hoon berlari ke dalam pelukan sang ibu.





 Saat itu juga di hadapan sang ibu, Ms.Ma melepas semua pakaian dan menggantinya dengan mantel biru milik ibu Sang Hoon.
Ms.Ma melanjutkan permintaannya dengan sorot mata menakutkan, “hanya sampai malam hari. Sampai saat itu jangan keluar rumah serta jangan membuka pintu jika ada yang mengetuk. Jika kamu tidak menuruti ucapanku, aku akan tiba disini sebelum polisi. Sebaiknya kamu camkan itu. Polisi tidak akan melindungi kamu dan Sang Hoon”.
Setelah berganti pakaian dan mengenakan topi pantai berwarna putih tulang, dengan langkah cepat Ms.Ma menuju mobil putih milik ibu Sang Hoon yang terparkir di halaman. 



 Di jalan raya, saat ini para polisi dan tentara sedang melakukan pemeriksaan kendaraan. Det.Han hanya berdiri bersender di mobilnya mengamati kegiatan inspeksi yang sedang berlangsung, namun pikirannya melayang, ia terlihat seperti memikirkan sesuatu.  Det.Cheon memecah lamunan det.Han, “Pak, pasukan batalion baru mulai menelusuri gunung didekat rumah sakit”, paparnya.
Det.Han : “Bagaimana dengan suaminya (Ms.Ma) ?”
Det.Cheon : “det.Lee memeriksa, tapi tidak ada hal khusus”. Det. Han hanya menanggapi dengan kata “ahh”.
Det.Cheon : “Jangan terlalu cemas Pak. Wanita gila itu tidak mungkin pergi jauh”
Det.Han : “Wanita gila ? Dia tidak gila. Dia bukan hanya tahu sistem rumah sakit, tapi dia juga tahu kepribadian semua pegawai yang bertugas pada hari dia berencana kabur”
Det.Cheon menjawab sambil tertawa, “Itu konyol”



 Det.Han menimpali dengan gaya penyelidikannya, “dia tahu akan ada manajer baru (pak Lee),  dia tahu pak kepala tidak akan ada ditempat, dia tahu perawat sif malam dan siang akan bekerja bersama. Kamu pikir hanya kebetulan dia memilih hari saat ketiga hal itu terjadi di saat bersamaan ?”. det.Cheon yang sedari tadi mendengarkan pemaparannya lalu bertanya, “Lantas, maksud anda dia sudah merencanakan akan kabur hari ini ?”, tanyanya penasaran
Det.Han : “Ingat perawat yang ingin kamu temukan dan kamu hajar ?. kamu tahu dia siapa ?”
Det.Cheon nampak berfikir, “tidak mungkin”
Det.Han : “Benar, wanita itu. Dia yang menghubungi guru musik (Kang Soo Young) dan membuat kekacauan ditempat itu. Semua itu ulahnya”. Det.Cheon sampai melongo mendengar pemaparan det.Han, det.Cheon tertawa getir, masih tak percaya akan kecerdikan Ms.Ma. (mangkanya kan Kang Soo Young marah – marah di ruang CCTV, itu karena informasi yang diberikan oleh Ms.Ma yang menyamar sebagai perawat dan mengatakan bahwa dia dan pengunjung yang lain akan ditahan di RS sampai keesokan harinya, kan pada kenyataannya mereka semua hanya akan di tahan di RS paling lambat sampai malam hari. Terus pas pertikaian di dalam ruang CCTV udah mereda, di depan ruang CCTV det.Cheon marah sambil mengepalkan tangannya, berusaha mencari perawat yang menyebarkan berita hoax, tp det.Han menghentikan kemarahannya dan menyuruhnya untuk mencari perawat yang menelpon pak Choi dan mengabari Ms.Ma hilang)

 Obrolan mereka terhenti, karena det.Han mendapat panggilan dari det.Lee Hyun Gyu yang saat ini sedang bersama suami Ms.Ma yaitu Tuan Jang dan mengabarkan bahwa Ms.Ma sedang menelpon sang suami.
Det. Lee : “Akan aku sambungkan”, jelasnya pada det.Han
Det.Han langsung menekan tombol speaker dan perekam diponselnya.




 Sementara Ms.Ma bertelponan dengan sang suami, det.Lee dan det yang lain sibuk melacak keberadaan Ms.Ma melalui sambungan telepon.
Tuan Jang : “Yeobo. Kamu baik – baik saja ?”, tanyanya khawatir
Detektif disamping, sambil menggunakan isyarat kecapan bibir, menyuruhnya berbicara dengan kalimat yang lebih panjang.
Ms.Ma saat kini berada di dalam mobil yang ditepikannya diatas jembatan.
Tuan Jang : “Yeobo, kamu bisa mendengarkanku ?”
Ms.Ma menjawab dengan suara bergetar menahan tangis, “Emm, aku bisa mendengarmu”
Tuan Jang : “Kamu baik – baik saja ?”
Ms.Ma : “Iya”
Det.Han fokus mendengarkan percakapan mereka


 Tuan Jang : “Sayang, aku... Maafkan aku. Aku belum mengunjungimu belakangan ini”, jawabnya ikutan menangis
Tuan Jang : “Sejujurnya, aku ingin melupakan segalanya. Aku merasa takut setiap melihatmu. Setiap melihat tatapan kosongmu, aku teringat kejadian hari itu”
Ms.Ma menjawabnya dengan suara lembut dan tenang, “Iya sayang, aku mengerti”
Tuan Jang : “Mari kita coba lagi. Karena kamu baik – baik saja, mari kita sewa pengacara. Waktumu dipenjara sudah cukup. Mereka mungkin akan mengurangi...”, namun ucapannya langsung disela oleh Ms.Ma yang raut wajahnya mulai berubah jengkel, “Tidak”
Tuan Jang : “Yeobo..”, jawabnya mulai bisa menstabilkan emosi
Ms.Ma menjawabnya dengan sangat yakin bahwa selama ini ia tidak bersalah, “aku tidak bersalah, aku tidak pernah membunuh Min Seo, seseorang membunuh putriku. Aku akan menangkapnya, aku akan menemukanya, dan membalas dendam atas perbuatannya terhadap putriku. Aku akan menghantam kepalanya dengan batu dan membunuhnya”, tegasnya dengan isah tangis yang semakin menjadi sambil mencengram erat setir kemudi.
Tuan Jang berusaha tenang dan menarik nafas, “Yeobo..”
Ms.Ma : “Iya, maafkan aku. Maaf aku baru sadar setelah beberapa lama, bahwa kamu menderita karena aku”
Tuan Jang mulai menangis lagi, “Yeobo..”
Ms.Ma : “Yeobo, saat kita bertemu lagi dimasa depan, aku ingin menjadi isteri yang lebih baik. Aku ingin menebus saat – saat...”
Tuan Jang: “Yeobo..”
Ms.Ma : “Aku bersikap jahat kepadamu”
“Kamu harus kabur”, sela Tuan Jang berusaha memberitahu Ms.Ma bahwa saat ini ia dikelilingi detektif yang sedang melacak keberadaannya, “Jangan pulang, yeobo. Polisi ada disini. Kaburlah sayang! Kabur!”, beritahu sang suami sambil mengeraskan suara dan mencabuti semua kabel pelacakan detektif. Namun usaha Tuan Jang gagal, karena para detektif sudah berhasil melacak lokasi keberadaan Ms.Ma saat ini.

 Det.Cheon : “Pak ayo pergi. Mereka berhasil melacak lokasi ponselnya”, beritahunya pada det.Han sambil duduk di kursi penumpang.
 Ms.Ma berkendara memasuki hutan tempat tragedi mengenaskan terjadi 9 tahun yang lalu. Perlahan ia berjalan menyusuri hutan, berusaha merefresh ingatan sebelum putrinya terbunuh di tempat itu.


 Flashback
Ms.Ma berjalan terburu – buru di dalam hutan sambil membawa koper hitam yang tidaklah ringan. Hingga akhirnya dia menemukan tempat yang dirasa cukup aman untuk menyembunyikan koper tersebut yaitu tepat dibawah akar pohon besar.




 Flashback end
Ms.Ma berhasil menemukan apa yang dicari, karena sudah terlalu lama tersembunyi di tempat yang lembab, akibatnya ketika koper berhasil ditarik paksa dari bawah akar pohon, koper itu robek dan bendelan uang menyembur keluar.

Bersambung..
Previous
This Is The Oldest Page

2 komentar

Tulisanmu memang selalu keren nyot, tp coba sebelum post episode 1 (sinopsis) coba post sinopsis umum (teaser) dulu y


Tetap semangat menjalani apa yg kamu suka 😙😙

Terima kasih semangat dan masukannya chingu..


EmoticonEmoticon