Jumat, Februari 01, 2019

Ms.Ma Goddess of Revenge (Ms.Ma Nemesis) Episode 16 Part 1~ by2206am


Dalam perjalanan pulang Ms Ma tak sengaja melihat Woo Joon dirundung. Ms Ma mengikuti ke mana tujuan anak-anak nakal itu menggiring Woo Joon.


Di tempat sepi, seorang anak mulai mendorong dan mengejek Woo Joon burung gereja berandal. 

Ms Ma hendak bertindak tapi Eun Ji menariknya lalu memberi isyarat diam.

Woo Joon tak tahan. Ia memberi beberapa pukulan keras. Ms Ma refleks memberi semangat untuk meneruskan tonjokan. Eun Ji menegur sikapnya.


“Jika memanggilku dengan sebutan itu lagi..”

“..Tamatlah riwayat kalian. Paham ?”

Kumpulan anak jahil pergi ketakutan.

Eun Ji terkesima memuji ajaran Mal Goo. Ms Ma mendekat, ia mengajak Woo Joon berbicara serius. Woo Joon abai, sebelum pergi ia meminta Ms Ma untuk tidak mengikutinya.


Mal Goo sibuk latihan push up membuat kakek Jang keheranan, “Sudah lama aku tidak mendapatimu olahraga”

“Ada suatu alasan pak”

Kakek Jang mengira jika itu karena Ma Ji Won. Mal Goo sontak terjatuh. Bel berbunyi, Mal Goo menoleh.


Sesaat kemudian Mal Goo sudah bercengkrama bersama Woo Joon. Ms Ma ternyata sedari tadi berjalan membuntuti. Ms Ma tampak marah, ia memanggil nama anak itu.


Berbeda dengan Eun Ji yang malah memujinya pandai bertarung. Ms Ma mengingatkan Eun Ji sementara Mal Goo mendadak masuk ke dalam.

“Woo Joon, teman – temanmu mengejekmu, tapi jangan memukul mereka !”

“Aku tidak akan bertarung mulai sekarang..”

“..Mereka tidak akan mengejekku mulai sekarang”


Mal Goo keluar lagi, ternyata ia baru selesai berganti kemeja. Ms Ma seketika memberinya sentakan, “Kita harus bicara !”

“Aku harus pergi ke suatu tempat bersama Eun Ji dan Woo Joon..”

“..Tolong jaga pak presdir”

Ms Ma kelabakan tak mengerti maksudnya. Mal Goo menyuruhnya segera ke taman belakang, “Kami akan kembali begitu kamu selesai membaca buku”


Mal Goo lanjut menunjukkan kuku palsu, “Aku menemukan ini di tempat batu diangkat..”

“..Akan kuceritakan detailnya nanti”


Ms Ma membacakan dongeng untuk kakek Jang.

“Kapak emas dan kapak perak itu milikku..”

“..Berani sekali kamu berbohong..”

“..Cepat pergi..”

“..Saat penjaga gunung menjadi marah, air naik, dan angin puyuh yang menakutkan mulai bertiup”


Kakek Jang menyuruh Ms Ma menyudahi. Ia mulai berkisah, “Hal terbaik yang kulakukan adalah menyeret Mal Goo ke dalam dunia ini..”

“..Aku belum pernah melihat petarung seperti dia..”

“..Tapi aku juga sangat menyesalinya..”

“..Dia menjadi preman kasar karena aku”


Ms Ma tak mengerti arah pembicaraan ini hingga kakek Jang menambahkan, “Aku menyuruhnya membacakan cerita anak – anak..”

“..Dan merawat bunga. Aku ingin dia mendapatkan kembali kepolosannya sebelum mati”

“Sepertinya itu tidak akan mengubah orang”


Kakek Jang membenarkan, “Hanya orang yang bisa mengubah orang..”

“..Woo Joon, Eun Ji dan kamu..”

“..Aku berharap. Dia terdengar lebih ceria..”

“..Kapan pun dia menyebutkan nama – nama itu..”

“..Aku merasakan hal yang kupikir telah hilang. Itulah sebabnya aku ingin bertemu dengan kalian..”


“Terutama kamu, penulis Ma Ji Woon”

“Kenapa aku ?”

“Kamu berbeda. Orang yang dia gambarkan dan orang yang kukenal..”

“..Suara kalian sangat mirip, tapi kamu bukan Ma Ji Won..”

“..Kamu bukan Ma Ji Won yang arogan dan egois yang dahulu mendatangiku..”

“..Untuk meliput kisah tentangku”


“Siapa kamu ?”


Ms Ma bergegas pergi. Perkataan kakek Jang membuatnya resah. Eun Ji mencegat dan menyapa Ms Ma tapi tak diindahkan. Eun Ji terpaksa menyusul.


Di rumah Eun Ji menanyakan apa ada yang sudah terjadi. Ms Ma mengelak.

“Bibi bisa bercerita padaku..”

“..Aku tahu ada yang tidak beres dengan melihat wajah bibi”

“Kubilang tidak ada !”


Ms Ma hendak menjauh Eun Ji mencegah. Ia menyerahkan kuku palsu pemberian Mal Goo.

“Apa dua hari yang lalu ? Mal Goo menemukannya..”

“..Di tempat bibi mempermalukannya. Bukankah ini kuku palsu ?”


Ms Ma mengingat pertemuannya dengan Soo Jung di kafe. Ia melihat jelas Soo Jung kehilangan satu kuku hiasnya.


Ms Ma menyodorkan benda tadi ke hadapan Soo Jung.

Soo Jung gugup. Ia sontak menyembunyikan jari – jemarinya.

“Ini apa ?”

“Ingat batu yang ada di atas ranjang ?..”

“..Kuku ini ditemukan di tempat asal batu itu”

Soo Jung pura – pura terkejut, “Ommo,, ini milik pembunuhnya ?”

“Benar begitu jika kamu pembunuhnya”


Soo Jung mengangkat tangan. Ia memamerkan jika kuku palsunya masih utuh semua.


“Mereka akan menemukan sidik jari..”

“Zaman sekarang, pemilik sidik jari bisa ditemukan..”

“..Sekecil apa pun sidik jarinya”


Soo Jung yang bergidik langsung mengunyah kuku di depannya, “Ayolah bu Ma. Kamu pasti meremehkanku..”

Ms Ma terhenyak.

“Di mana kamu akan menemukan sidik jarinya ? Di mana kuku palsu itu ?


Ms Ma membenarkan jika sekarang sudah tidak ada bukti tersisa. Ia menyuruh Soo Jung santai lalu menceritakan dengan tenang, “Kenapa kamu melakukannya ?”


Mereka kini berpindah tempat. Soo Jung mulai bercerita, “Tidak peduli mereka baik atau buruk..”

“..Begitulah para penampil..”

“..Mereka ingin diperhatikan dan tidak mau perhatian itu direbut..”

“..Kekasihku menyukai wanita lain. Menurutmu bagaimana perasaaanku ?”


“Berarti pak Koo....”

Soo Jung menangis tapi ia berusaha terus tersenyum. Soo Jung membenarkan jika Gi Baek masih belum melupakan Jung Hee, “Ini memalukan. Seperti itulah Gi Baek..”


“Dia mengincar banyak aktris dengan kariernya sebagai CEO agensi. Aku menjadi geram..”

“..Saat tahu pria seperti dia tidak pernah melupakan Jung Hee..”

“..Seakan – akan dia pemuda yang sedang jatuh cinta”


Ms Ma mengira jika Soo Jung yang sudah memasukkan racun di minuman Jung Hee saat acara syukuran rumah mau pun saat syuting.

“Aku tampak sekejam itu bagimu ?”

Ms Ma minta maaf.

“Jika kupikir – pikir sepertinya bisa saja dia..”

“..Aku mendengar ini dari Gi Baek. Jung Hee pernah menelantarkan seorang anak angkat”


Sutradara Sung baru saja menyudahi sesi rapat. Ms Ma sudah ada di sana. Sepertinya mereka sudah membuat janji temu melalui telepon karena Sutradara Sung langsung menanyakan dari siapa Ms Ma mendengar berita itu.


Ms Ma tak menjawab, ia menanyakan kebenarannya. Sutradara Sung menghela nafas.

“Kenapa kamu tiba – tiba membahasnya ?”

“Jika ditelantarkan oleh Jung Hee, bukankah dia akan menyimpan dendam ?”

“Polisi bilang pelakunya Ahn Seung Tae”


“Kita harus memikirkan setiap kemungkinan..”

“..Jika kamu tidak mau memberitahuku aku akan menanyakan pada orang lain”. Ms Ma berniat beranjak.

Sutradara Sung buka suara, “Ye Ji..”

“..Itulah namanya”


Mi Young mematung di ruang tengah. Ia tampak kepikiran dengan topik pembicaraan sutradara Sung dan Ms Ma.

Jung Hee mendekat, ia menanyakan suaminya. Mi Young memberitahu jika dia masih di ruang baca mengobrol dengan Ms Ma.


Sutradara Sung mengatakan jika ia mengasuh Ye Ji hanya selama tiga bulan.

“Kapan itu terjadi ?”

“Saat itu aku selesai menulis Shaman..”

“..Saat itu Jung Hee ada pemotretan di Thailand”

Flashback

Sutradara Sung membuka pintu utama. Ia medapati Jung Hee membawa gadis remaja. Ye Ji memberi sapaan membuat mereka saling bertukar senyum.

Flashback End

“Dia mengadopsi anak sebesar itu ?”

“Jung Hee sangat ingin punya anak, tapi semuanya tidak berjalan lancar..”

“..Karena harus tetap bekerja, dia mengadopsi anak yang tidak begitu merepotkan..”

“..Bagaimana pun kami sangat menyayanginya..”

“..Ye Ji akrab dengan Jung Hee seakan – akan dia ibu kandungnya”


Ms Ma jelas menanyakan alasan mereka menelantarkannya.

Sutradara Sung hendak menjawab tapi ia tiba – tiba kesulitan bicara. Ms Ma beranggapan jika penelantaran itu karena Jung Hee hamil.

“Sepertinya dia tidak bisa hamil sekeras apa pun berusaha..”

“..Tapi akhirnya dia hamil setelah kalian mengadopsi Ye Ji..”

“..Itu kah sebabnya kalian mentelantarkan anak angkat kalian ?..”


Ms Ma geram, “Apa anak itu hanya hiasan bagi kalian ?..”

“..Kenapa kalian tega melakukan itu ?”

Sutradara Sung terlihat menahan sakit, ia menyadari telah melakukan kesalahan fatal, “Bukankah semua orang pernah melakukan kesalahan ?..”

“..Bukankah begitu juga denganmu penulis Ma ?”

Ms Ma bertanya lebih lanjut tentang Ye Ji.

“Saat aku pulang setelah beberapa hari, istriku bilang mereka bertengkar hebat..”

“..Dan Ye Ji mencuri uang lalu kabur”


Sutradara Sung tidak tahan, ia menyuruh Ms Ma mengambilkan minum.

“Dia kembali ke panti asuhan ?”, tanya Ms Ma.

“Kami sudah pergi ke sana untuk memeriksa, tapi dia tidak ada di sana”

“Lantas kemana dia pergi ?”

“Karena hendak mulai syuting untuk Shaman..”

“..Aku tidak bisa berbuat banyak”


Ms Ma tak habis pikir karena sutradara Sung tidak melakukan apa pun setelah Ye Ji menghilang.

Sutradara Sung sadar, ia sangat merasa bersalah pada Ye Ji.


Mendadak Sutradara Sung tumbang, Ms Ma kepanikan.


Bantuan Emmergency datang. Mi Young melarang Ms Ma menyalahkan diri sendiri.

“Maaf. Aku tidak tahu jika dia kurang sehat”

Mi Young memaklumi.


EmoticonEmoticon