Senin, Februari 04, 2019

Ms.Ma Goddess of Revenge (Ms.Ma Nemesis) Episode 17 Part 1~ by2206am


Det Han berkendara menuju pemakaman nasional. Ia serius mengamati seolah bisa melihat kilas balik Ms Ma sembilan tahun lalu.

Det Han melamunkan percakapannya dengan Jung Hee.



“Kenapa aku harus punya alasan untuk berpikir bu Ma adalah bu Ma”

“Karena kamu merasa bersalah ?”

“Kenapa aku merasa bersalah ?”

“Apakah karena pelaku yang kamu lihat bukan dia ?..”

“..Itu sebabnya kamu melindunginya ?”


Det Han sadar, ia menghela nafas lalu mengecek informasi di ponsel.

‘Lokasi ponsel sekali pakai di hari pembunuhan Jang Min Seo’

‘Panggilan keempat terjadi di Pemakaman Nasional’

Det Han mencoba mensetting jam tangan tepat pukul sebelas sama dengan waktu Ms Ma menyudahi panggilan penculik untuk bergegas menuju Waduk Yongam.


Det Han hampir tiba, matanya fokus menatap tanda jalan.

‘Waduk Yongam 1 km’


Ternyata det Cheon sudah menunggui di dalam hutan. Det Han kembali mengecek arloji.

“Pukul 11.35..”

“..Itu waktu paling cepat sampai sini dari Pemakaman Nasional”

Det Han lanjut membuka bagasi yang berisi enam karung beras, “Berat rata – rata gadis 10 tahun adalah 30 kg”


Det Han langsung menaruh 3 karung beras ke pundak det Cheon, “Itu Min Seo”

Ia juga ikut membopong tiga karung sisanya, “Setelah kuperiksa butuh beberapa lama untuk menuju ke tempatnya”

“Apa ? Tempat apa ? Pak !!”

Det Han mengacuhkan det Cheon yang masih kebingungan. Ia bergegas melangkah.


Dua orang kakek keheranan melihat ulah detektif – detektif itu.


Mereka tiba di TKP mayat Min Seo tepat pukul 12.05. Det Han membuka jaket sementara det Cheon bersandar kelelahan, “Aku menemukan wanita itu di sini saat tengah malam..”

“..Bagaimana dia bisa sampai di sini lebih cepat daripada aku ?”

“Mungkin dia mengambil rute lain”

Det Han tidak yakin karena mereka saat ini sedang melewati rute tercepat.

Det Cheon berdiri, “Maksudku...Apa yang ingin anda katakan ?“

“Mungkin wanita itu datang ke sini sendirian”

Det Cheon tertawa, “Maksud anda, Min Seo terbang ke sini ?”


Det Han melirik, ia kemudian kembali menggendong karung beras setelah mengatur kembali jam tangannya, “Mari kita periksa sekali lagi dalam perjalanan ke bawah”

Det Cheon frustasi.

“Kita tidak bisa meninggalkan karung beras ini di sini”


Dua detektif sudah kehabisan tenaga, det Cheon mengeluhkan punggungnya yang sakit. Ia kemudian menanyakan pukul berapa sekarang.

“Pukul 12.10”

“Mungkin dia masih hidup ketika sampai di sini..”

“..Mereka bisa saja naik dengan tangan bergandengan”

Det Han tak setuju karena tim forensik menemukan komponen pil tidur dari tubuhnya.


“Lantas hanya ada satu kesimpulan..”

“..Dia wanita gila ! Dia pasti menjadi begitu kuat secara tiba - tiba”

“Itu tidak masuk akal ! Jika wanita bersepatu hak tinggi lebih cepat dari kita”,tegas det Han.

“Lalu bagaimana menjelaskan bukti yang ditemukan di mobilnya ?..”

“..Sidik jari dan noda darah Min seo ada di mobil yang ditemukan di sini..”

“..Anda bahkan menemukan sidik jari wanita gila itu di roda”

Det Han berteriak melepas kebingungan.


Det Han menyodorkan minuman yang baru dibeli di minimarket.

Det Cheon terlihat senang karena ia bisa berada di lingkungan ini setelah sekian lama, “Semuanya berkat anda pak”

“Kamu pernah bekerja di lingkungan ini ?”

“Aku pernah menjadi polisi wajib militer di sini..”


“..Saat anda bekerja untuk menangkap wanita itu..”

“..Kami sangat pusing karena ada penipuan pengelabuan suara”

“Pengelabuhan suara ?”

Det Cheon mulai bercerita, “Penjahat itu menarik semua uang tunai..”

“..Dari ATM toserba dan bank di lingkungan ini..”

“..Dia bahkan memakai topeng dan topi jadi sangat sulit menangkapnya..”

“..Tapi ternyata dia pemuda berusia 20 tahun”


Det Han bertanya apa det Cheon menemukan sesuatu lain tentang Lee Jung Hee.

“Itu ? Terjadi hal aneh di sana akhir – akhir ini..”

“..Asisten sutradara mereka diracuni sampai mati kemarin”

Det Han mematung.


Tiga ajumma memamerkan gelang supranatural pada Ms Ma di perpustakaan. Ny Yang memberitahu jika ia mendapatkan ini dari seorang shaman terampil yang ia kenal.

Ny Oh meminta Ny Yang segera mengeluarkan gelang milik Ms Ma.

Ms Ma sopan menolak pemberian namun Ny Hong langsung memasangkannya di lengan Ms Ma.


“Seseorang mencoba menyakiti Jung Hee..”

“..Aku memberikan ini kepadamu agar orang itu segera di tangkap..”

“..Jadi pakailah”

Ms Ma menimpali jika dirinya juga tidak pernah berharap Jung Hee terluka, “Ada sesuatu yang ingin kudengar darinya..”

“..Aku akan berusaha keras bahkan tanpa ini, jadi...”


Ms Ma melepas gelang, Ny Hong menghentikan. Ia tidak mau tahu alasan Ms Ma, “Tidak ada ruginya memakai benda seperti ini bersama – sama..”

“..Selain itu, kamu bilang tidak mau berpaling dari kami lagi”

Ms Ma memaksakan senyuman, ia kesulitan menolak.


Di tengah – tengah obrolan mereka, polisi Jo datang dengan wajah menahan geram.

Kantor Polisi Sektor Pelangi


Polisi Jo membanting topi marah, “Park Myung Hee tahu siapa yang menaruh obat penenang di gelas Jung Hee?”

Ms Ma tenang mengiyakan.

“Tapi kamu belum tahu siapa orangnya ?..”

“..Bahkan ketika saksinya ada di depanmu ?..”

“..Aku sudah menyuruhmu langsung menelponku begitu kamu menemukan petunjuk ! Kau tak tahu nomor telponku ?”

Ms Ma malas menanggapi karena kapan hari dia diabaikan oleh Polisi Jo, “Aku tahu”


“Kamu seharusnya menelponku ! Sial !..”

“Kamu hanya memakai jarimu untuk merajut ?”

Polisi Jo merogoh ponselnya, “Kini kamu bahkan tidak perlu memutar tombolnya !..”

“..Kamu hanya perlu menyentuh layarnya !!”


Ms Ma memanggil namanya.

“Apa ?!!”

“Bisakah aku minta air ? Aku mau air”

Polisi Jo gemas ia ingin meninju wajah Ms Ma.

“Kamu tidak mau ?”


Beberapa saat kemudian polisi Jo sudah mententeng sebotol mineral Ia kemudian meletakkannya dengan keras di meja depan Ms Ma.


Ms Ma memutar penutup lalu menyodorkannya pada polisi Jo, “Tolong tenangkan dirimu..”

“..Ini tidak akan membantu kita memecahkan masalah ini”

Polisi Jo menggerutu tapi beberapa detik kemudian ia menurut untuk minum satu tenggak air


Polisi Jo duduk disamping Ms Ma sambil menggumamkan kerisauannya karena telah memberi kepercayaan penuh pada sutradara Sung tapi kini namanya malah ada di catatan panggilan terakhir Myung Hee sebelum meninggal.

“Tapi itu bukan berarti sutradara Sung yang membunuhnya”, ucap Ms Ma.


Ins Park menyerahkan analisis bukti di hadapan sutradara Sung dan Gi Baek, “Kami menemukan KCN di inhaler asmanya..”

“..Itu potasium sianida. Dia diracuni sampai mati..”

“..Kamu mendapat telepon dari Park Myung Hee kemarin sekitar pukul 11.00..”

“Apakah itu benar ?”

Sutradara Sung tak menyangkal.


“Kamu ingat dia bilang apa kepadamu ?”


Sutradara Sung berusaha mengingat, dalam flashback ternyata dia mengangkat panggilan saat berada satu ruangan dengan Gi Baek.


“Dia mengatakan beberapa hal, tapi aku tidak mengerti maksudnya”

“Sama sekali ?”

“Ya”


Gi Baek ragu, “Kamu sama sekali tidak mengerti ?”

Sutradara Sung mengangguk.


Polisi Jo memberitahu jika Choi Joong Chul, orang yang melakukan syuting ilegal memergoki sutradara Sung masuk ke ruang dimana Myung Hee berada.

Ms Ma terperangah.


 Disatu sisi kini Joong Chul sedang diinterogasi Ins Park diruangan tadi minus sutradara Sung..

“Apakah itu penting ?”

“Kami yang akan memutuskannya. Kamu yakin itu dia ?”

“Ya. Sekitar 10 menit sebelumnya, sutradara Park masuk ke ruangan itu..”

“..Aku jelas melihat sutradara Sung masuk ke sana”


Gi Baek heran, “Bukankah kamu berada di studio penulis Jung kemarin untuk pengambilan profil ?”

“Mereka memberitahuku jadwalnya ditunda besok jadi aku pergi”


Penyelidikan selesai. Joong Chul keluar ruangan, sejenak ia menatap sutradara Sung yang tengah terduduk sebelum akhirnya pergi.


Ins Park yang baru keluar bersama Gi Baek langsung menyidik sutradara Sung, “Rupanya kamu mampir ke ruang konferensi..”

“..Sebelum Park Myung Hee meninggal”

Sutradara Sung menjelaskan jika itu karena dirinya ingin bertanya beberapa hal tentang miniatur set.

Ins Park masih curiga, “Kenapa kamu tidak menelponnya ?”


“Aku ada di sekat ruang konferensi jadi aku masuk begitu saja..”

“..Dia bilang setnya telah dipindahkan ke kantor Gi Baek..”

“..Jadi aku kembali ke sana”


Ins Park menyudahi, ia lajut menanyai sutradara Sung beberapa foto.

“Kamu tahu apa ini ?”

“Tas Myung Hee”


“Bagaimana dengan ini ?”


Sutradara Sung tak menjawab. Ins Park sontak mencerca, “Kamu tahu ini apa bukan ?..”

“..Di sinilah kami menemukan racun..”

“..Ini yang digunakan pelaku untuk membunuhnya”

“Apa yang ingin kamu katakan ?”

“Kamu berada di tempat kami menemukan alat pembunuhan..”

“..Sendirian”


Sutradara Sung marah, “Kamu mencurigaiku ?”

Gi Baek menenangkan.

“Kamu berharap aku akan tenang ?!..”

“..Aku bekerja dengan Myung Hee selama lebih dari 10 tahun..”

“Untuk apa aku melakukannya ?!”, sentak sutradara Sung.

Ins Park memutuskan akan menghubungi sutradara Sung lagi. Tatapannya masih penuh tuduhan.


Sutradara Sung memilih minum alkohol untuk menghilangkan perasaan tertekannya.

Gi Baek menanyakan alasan sutradara Sung kenapa tadi membohongi Ins Park. Sutradara Sung refleks menoleh.

“Kamu pikir aku bodoh ?..”

“..Bahkan aku mendengar ucapan Myung Hee kepadamu melalui telepon..”

“..Dia menangis dan berkata ‘Jangan lakukan ini kepadaku’...”


“Kamukah yang membunuhnya ?”

“Kamu gila ? Kenapa aku membunuhnya”

Gi Baek yang tak percaya lantas mencengkram pakaian sutradara Sung, “Jika tidak kenapa dia mengatakan hal itu ?”


Ms Ma yang masih bersama polisi Jo yakin jika sutradara Sung bukan pelaku pembunuhan Myung Hee.

“Itulah yang aku harapkan”

Ms Ma terpikir sesuatu, “Dengar,,Myung Hee berbohong bahwa dia melihat Ahn Seung Tae di lokasi syuting... ”

“..Sutradara Sung tahu tentang itu ?”

Polisi Jo kaget, “Itu kebohongan Hyung Hee ?”

Ms Ma tak menanggapi, ia kembali ke pertanyaan pertamanya tadi.


Polisi Jo membenarkan karena ia yang memberitahunya soal masalah itu.

“Bagaimana dengan fakta dia mengancam Ahn Seung Tae ?”

“Itu juga”

Ms Ma hanya bisa menghela nafas.

Polisi Jo beralasan jika itu karena sutradara Sung yang meminta dirinya untuk melaporkan soal kelanjutan penyelidikan.


“Itu artinya dia sadar bahwa orang akan berpikir..”

“...Ahn Seung Tae adalah pembunuhnya”

“Apa pentingnya itu sekarang ?”


“Pikirkan tentang itu..”

“..Sutradara Sung tidak menaruh racun di gelas..”

“..Dengan kata lain dia bukan pelakunya..”

“..Tidak ada alasan baginya untuk membunuh Myung Hee, si saksi..”

“..Selain itu, anggap saja dia menaruh racun itu. Tapi Myung Hee memberi tahu orang – orang..”

“..Ahn Seung Tae yang melakukannya bukan sutradara Sung..”

“..:Lebih banyak alasan untuk tidak membunuhnya”, simpul Ms Ma hingga membuat polisi Jo sependapat.


Polisi Jo bertanya, “Tapi kenapa dia menelpon sutradara Sung sebelum meninggal ?”

Ms Ma berasumsi jika itu karena Myung Hee menyukai sutradara Sung tapi ia mengira pria yang dicintainya itu malah meracuninya, “Dia menjadi sangat marah..”

“..Dia berbohong untuk pria yang dicintainya dan bahkan mengancam seseorang”


Ms Ma menggumamkan ucapannya barusan, “Dia berbohong untuk pria yang dicintainya ?”. Mendadak Ms Ma tertegun.

“Ada apa ?”

“..Myung Hee bilang dia berbohong demi orang yang ingin dia lindungi..”

“..Sutradara sung mungkin juga berbohong..”

“..Demi orang yang dicintainya”


“Apa sebenarnya maksudmu !!!?”

Ms Ma terdiam, ia terpikirkan sesuatu.



Nb :  Bagi yang tertarik dengan drama The Guest versi cerita, silahkan berkunjung ke

https://2206amnewblog.blogspot.com/?m=1


EmoticonEmoticon