Senin, Februari 04, 2019

Ms.Ma Goddess of Revenge (Ms.Ma Nemesis) Episode 17 Part 2~ by2206am


Ms Ma mendatangi Eun Ji yang sibuk mencatati daftar pinjaman buku. Tak lama pekerjaan Eun Ji usai, ia duduk di depan Ms Ma untuk membahas lebih lanjut mengenai Myung Hee yang tahu siapa pelaku pembunuhan Hee Jae tapi dia memilih berbohong dan melempar tuduhan kepada Ahn Seung Tae.



Dengan tenang Ms Ma berkata jika itu keinginan sutradara Sung.

“Artinya sutradara Sung pelakunya, dia ingin seseorang dijebak”

“Tidak masuk akal jika dia ingin mencoba membunuh Jung Hee”


Eun Ji tidak setuju karena kasus pembunuhan suami terhadap sang istri tidak lah asing terdengar di telinga kita.

“Sutradara Sung mencintai istrinya dengan tulus..”

“..Meski pun dua pernikahannya tidak bisa membuktikan itu..”

“..Dia memilih Jung Hee sebagai tokoh utama dalam filmnya..”

“..Karena ingin membantunya tampil kembali dengan sukses..”

“..Dia bahkan datang padaku dan mengancamku untuk melindunginya..”

“..Dia tidak akan menaruh obat penenang di gelasnya dan menaruh racun di kopinya”


Eun Ji menggeleng frustasi, “Jika dia bukan pelakunya kenapa ingin seseorang difitnah ?”

“Karena dia tahu siapa pelakunya”, ucap Ms Ma penuh kepastian.

“Lalu dia harus melaporkannya. Istrinya dalam bahaya”

Ms Ma menyimpulkan jika sutradara Sung tahu siapa pelakunya tapi tidak bisa melaporkannya, “Dia harus berbohong untuk melindungi orang yang dicintainya”


Eun Ji terkesiap, “Orang yang dicintainya ?”

“Em, hanya ada satu orang yang sanggup membuatnya melakukan itu”


Sutradara Sung yang baru pulang langsung menghampiri Mal Goo yang tengah mematung di hadapan lukisan ibu dan anak.

Sutradara Sung menanyakan keberadaan Jung Hee. Mal Goo memberitahu jika dia ada di dalam.


Sutradara Sung yang sudah bertatap temu dengan istrinya langsung mengutarakan keraguan yang merisaukannya sedari tadi. Ia menuduh Jung Hee yang bertanggung jawab atas kematian Myung Hee. Jung Hee marah.

Raut Sutradara Sung tampak memendam kekecewaan, “Bisakah kamu berhenti membohongiku ?”

Jung Hee makin menaikkan nada bicara,“Aku mengerti kamu terluka karena kejadian yang menimpanya ! Itu wajar saja !..”


“Aku yakin hubungan kalian lebih dari sekedar rekan bisnis..”

“..Karena bekerja bersama lebih dari 10 tahun..”

“..Kamu sungguh berpikir aku tidak tahu Myung Hee menyukaimu ?”

Sutradara Sung memanggil pelan istrinya tapi tidak dipedulikan.

“Sejujurnya aku merasa dia tewas karena karma”. Jung Hee menunjukkan pesan ancaman di ponselnya.


‘Transfer 100.000 dolar ke rekening di bawah. Jika tidak, seluruh dunia akan mengetahui perbuatanmu’


Sutradara Sung yang terpukul langsung terduduk di sofa, “Myung Hee mengirimkan itu ?”

“Siapa lagi ? Kamu bahkan mendengarnya melakukan panggilan ancaman itu..”

“..Dia bilang seseorang di antara kita adalah pembunuh bukan dia”


Jung Hee duduk di samping sang suami, ia memegangi telapak sutradara Sung, “Butuh waktu hampir 10 tahun bagiku untuk sampai sejauh ini..”

“..Dari semua orang, kamu tahu betapa sulitnya hidupku selama waktu itu”


Jung Hee berbisik, “Kini semuanya sudah berakhir, jadi jangan khawatir..”

“..Tidak ada seseorang yang bisa menggangu kita lagi”


Mendadak sutradara Sung mengajaknya pergi untuk melupakan semuanya, “Ayo pergi ke tempat yang jauh”

“Lalu bagaimana dengan filmnya ?”

“Aku lebih peduli denganmu daripada film mana pun”


Jung Hee seketika melepas pegangan sutradara Sung, emosinya kembali menyerang, “Karena itulah kamu tidak boleh menyerah..”

“Berakting adalah satu – satunya hal yang membuatku menjadi diriku”

Sutradara Sung tulus berkata jika dirinya tidak ingin melihat Jung Hee terluka. Ia juga berjanji akan melindungi Jung sang istri.

Jung Hee tersentuh.


Sutradara Sung keluar, ia menyuruh Mal Goo untuk selalu mengawasi Jung Hee.

Mal Goo menyanggupi.


Ekspresi sutradara Sung tiba – tiba berubah terenyuh, “Maksudku, bahwa dia tidak melakukan hal lain”

Sekali lagi Mal Goo mengangguk setuju tanpa banyak bertanya.


Ternyata Mal Goo menyewa pengasuh wanita untuk merawat kakek Jang. Mal Goo tiba, pengasuh pamitan pulang.


Mal Goo memberi hormat meski kakek Jang tak bisa melihat. Ia lalu duduk meraih buku, bersiap memulai kisah. Tapi Kakek Jang tiba – tiba menanyakan Sun Doo hingga membuat Mal Goo tertegun sesaat.


“Maksud anda ? Putra anda ?”

“Dia tidak pernah menelpon ?..”

“..Apa dia pernah menelpon untuk meminta uang atau...”

Mal Goo menyela, “Tidak pak”

“Kamu yakin ?”

“Ya pak”


Kakek Jang berganti topik kali ini membahas Ms Ma, “Aku ingin bertemu dengannya”

Mal Goo akan berusaha mengatur pertemuan sebelum akhirnya dia membacakan dongeng.


Det Han membuka – buka berkas kematian Myung Hee. Det Han bertanya apa yang dibicarakan sutradara Sung lewat telepon di akhir kematian Myung Hee.

Det Cheon sendiri tidak terlalu yakin, “Dia tersangka utama kasus ini..”

“..Tapi sulit menyelidiknya karena dia orang penting”

“Apa ada tersangka lain ?”

“Mereka masih mencari. Tapi kurasa mereka belum menemukan siapa pun”


Det Han mulai memerintah, ia ingin det Cheon memeriksa catatan kriminal semua staf yang andil dalam pengerjaan film.

“Kita tidak menangani kasus ini jadi kenapa repot – repot ?”


Di tengah obrolan Cheol Min mengontak. Det Han tak kunjung mengangkat. Ia beralasan jika hanya penasaran tentang cerita baru Ms Ma.


Sebelum Det Cheon melirik layar ponselnya, det Han bergegas mendorongnya keluar. Det Cheon protes tapi diacuhkan.


Det Han menerima panggilan. 


Dua orang yang baru bertelponan itu, kini duduk berhadapan di restourant.

Cheol Min minta maaf karena mengajak bertemu larut malam sekaligus permintaan maaf atas keabaiannya di desa Pelangi karena ada kesepakatan mendadak.


“Anda pasti tidak ingin bertemu hanya untuk memberitahuku itu”

Cheol Min langsung ke inti pembicaraan, “Kamu sempat menemui Lee Jung Hee hari itu ?”

“Ya untuk sejenak”

“Apa yang dia katakan ?”


“Katanya dia tidak tahu apa – apa tapi dia tampak menyembunyikan sesuatu”

“Sejujurnya aku menelpon perusahaan produksi hari ini..”

“..Mereka akan membiarkanku mengatur pertemuan dengannya terakhir kali..”

“..Tapi saat kutelpon mereka bilang..”

“..Dia akan subuk untuk sementara waktu tanpa memberitahuku alasannya”

Det Han beranggapan jika itu mungkin disebabkan karena ancaman kematian.

Cheol Min nampak tertarik, “Ancaman kematian ? Siapa ?”


“Lee Jung Hee”


“Maksudmu seseorang mengancam untuk membunuhnya ?” 

Det Han mengangguk.

Cheol Min terlihat senang karena merasa diuntungkan.


Esoknya sutradara Sung merenung di depan garis polisi TKP terbunuhnya Myung Hee ditemani Gi Baek.

Joong Chul mendekat untuk mengabari jika persiapan syuting hampir siap.

“Baik, beritahu mereka aku akan segera tiba”


“Baiklah. Omong – omong anda sudah menelpon Jung Hee”

“Dia akan muncul di salah satu adegan yang kita rekam hari ini ?”

Jong Chul membenarkan, “Haruskah aku menghubunginya ?”

Sutradara Sung mengangguk.


Saat berbalik terlihat Joong Chul menyeringai memberi senyuman licik.


Gi Baek sedikit khawatir, ia bertanya apa sutradara Sung sudah benar – benar siap memulai syuting.

“Itu satu – satunya hal yang bisa kulakukan sekarang”

“Kamu belum memberitahuku alasan Myung Hee mengatakan itu padamu”


Suasana berubah menegang.

“Tahukah kamu alasanku belum memberitahumu ?..”

“..Itu karena kamu tidak mampu menerima kebenaran”  (sutradara Sung menyindir Gi Baek yang masih menyukai istrinya)


Jung Hee yang tengah bertelponan dengan Joong Chul ternyata sudah ada dalam perjalanan. Ia berjanji akan segera tiba disana.

Van Jung Hee yang dikemudikan Mal Goo kini melewati petunjuk jalan dengan tulisan, ‘Studio 2 km’.

Dari Kejauhan terlihat mobil hitam yang mengikuti.


Mereka tiba, Mal Goo turun, ia meminta Jung Hee untuk tetap di dalam mobil. Jung Hee menurut.


Mal Goo mencoba membuka pintu studio namun terkunci. Mendadak terdengar bunyi deringan ponsel. 


Mal Goo menoleh, ia mendapati tiga preman yang bergegas menyembunyikan diri (preman yang pernah mencoba memeras Ny Hong).


Boss preman bertanya pada dua anak buahnya apa yang sebenarnya dilakukan Mal Goo disini.


Yang dibicarakan muncul membuat tiga orang itu terkesiap.

“Astaga biar kujelaskan..”

“..Kami hanya datang untuk menakutinya sedikit”

“Siapa yang mengirimmu ?”

Boss tergagap, “Itu, kudengar dia punya sedikit utang”


Mobil hitam yang tadi mengikuti melintas. Mal Goo bertanya apa itu orang – orang mereka. Boss Preman menggeleng takut.

Mal Goo bergerak cepat menuju keberadaan Jung Hee.


Sementara di dalam mobil, Jung Hee kembali menerima sms ancaman persis seperti yang pernah ditunjukkan pada sang suami.


Jung Hee bergidik (karena tahu pengirimnya bukan Myung Hee) ditambah setelah ia melihat sosok menyeramkan di balik kaca kendaraannya.

Jung Hee meneriaki nama Mal Goo yang jaraknya tak jauh.

Mal Goo sudah meraih pegangan pintu, tapi pukulan keras preman tambun berhasil merobohkannya.


Jung Hee memencet pengunci pintu, namun si pria dengan kepalan tangannya langsung memecahkan kaca.

Jung Hee berteriak. Beruntung Mal Goo kembali bangkit. 


Ia lantas menjambaki rambut pria itu lalu memberi pukulan tepat di tengah wajah garang si preman. Pria itu roboh, dua bawahannya menghampiri.

Mal Goo memberikan sorot mematikan sambil mengusap darah di kepalanya.


Ms Ma ingin melihat rekaman ilegal Joong Chul di rumah Jung Hee saat Hee Jae tewas.

Polisi Jo menanyakan alasannya.

“Aku akan memberitahumu setelah menontonnya”

Polisi Jo mendekat, ia curiga Ms Ma sudah mengetahui pelakunya.

“Itu hanya tebakan”

Polisi Jo memaksa ingin tahu. Ms Ma ragu karena polisi Jo pasti marah setelah mendengar tebakannya yang tidak berdasar


“Aku tidak akan marah. Ayolah siapa ?”


“Jung Hee ssi”


Bersambung...


EmoticonEmoticon