Selasa, Februari 05, 2019

Ms.Ma Goddess of Revenge (Ms.Ma Nemesis) Episode 18 Part 1~ by2206am


Ms Ma menambahkan jika Sutradara Sung juga mengetahui hal ini.

Polisi Jo tertawa, seketika ia mengusir Ms Ma.


“Jika bicara omong kosong lagi, aku tidak akan tinggal diam, paham ?”




Di luar Ms Ma berpapasan dengan Eun Ji yang langsung memberinya kabar baik karena Do Hwan bisa membantu mendapatkan rekaman videonya.


Joong Chul menelpon preman pemeras Ny Hong, “Jadi kalian pergi begitu saja ?”

Boss protes karena Joong Chul tidak memberitahu jika Jung Hee tengah bersama pengawalnya, Mal Goo.

Mereka saling melempar sentakan.

“Tapi itu hanya satu orang !!”

“Dia bukan sekedar satu orang !!!”. Boss langsung mengakhiri panggilan.


Sutradara Sung menghampiri Joong Chul. Ia bingung menanyakan keberadaan Jung Hee.

Joong Chul gugup, ia mengatakan jika Jung Hee tidak mengangkat telponnya.


Mal Goo berhasil mengalahkan ancaman. Tak sengaja Mal Goo melihat tato yang tidak asing. Ia menyibak kemeja penjahat tambun untuk mengamati lebih jelas. Seketika matanya melebar.


Jung Hee yang masih bergetar ketakutan keluar sambil menggenggam ponselnya yang berdering.

Mal Goo mendekat, ia mengangkat panggilan yang ternyata dari sutradara Sung.


“Kamu dimana semua orang menunggumu”

“Maafkan aku, kurasa aku salah lokasi”

“Dimana Jung Hee ?”

Mal Goo berbohong setelah mendapat kode gelengan Jung Hee, ia mengatakan jika Jung Hee tengah tertidur, “Aku akan segera ke sana pak”


Do Hwan melapor pada Ins Park terkait kebersediannya membantu Ms Ma mendapatkan rekaman video Joong Chul.

Ins Park jengkel, “Kenapa melakukan hal yang tidak kusuruh padahal...”

Do Hwan memotong, “Maksud anda mengamati mereka ?..”

“..Belakangan ini mereka sibuk memecahkan kasus..”

“..Tidak ada yang perlu dilaporkan”


“Bukan itu berandal. Kusuruh kamu membawa sidik jarinya !”

Do Hwan tersenyum, ia berjanji akan segera membawakannya, “Bisa berikan videonya sekarang ?..”

“..Akan kutunggu di sini terima kasih sebelumnya”

Do Hwan memberi hormat sementara Ins Park terperangah kehilangan kata – kata.


Mal Goo sampai. Ia menyuruh Jung Hee masuk karena dirinya harus segera menuju tempat perbaikan.

Jung Hee merasa tak enak. Ia menanyakan keadaan Mal Goo.

“Aku tidak apa – apa. Kurasa sebaiknya polisi diberitahu soal kejadian hari ini..”

“..sampai jumpa di belakang rumah”.


Mal Goo pulang. Sekilas ia melihat kakek Jang yang sedang mendengarkan dongeng.


Mal Goo membersihkan diri. Ia lama memandangi tato ditubuhnya yang sangat mirip dengan kepunyaan preman tambun.


Rekaman ilegal karya Joong Chul mulai diputar. Ms Ma mempause tepat saat video menunjukkan adegan kebersamaan Jung Hee dan Hee Jae.

Ms Ma berkomentar jika videonya tidak kronologis.


“Katanya dia merokok dan makan disela - selanya”.


Eun Ji menyahut, “Kulihat seseorang mengambil foto acara pada hari itu..”

“..Kita bisa saja menemukan petunjuk”

Ms Ma tertarik.


Sesaat kemudian mereka sudah berkumpul dengan tiga ajumma di perpustakaan. Eun Ji bertanya, “Kalian tahu fotografer yang bekerja saat acara syukuran rumah baru Jung Hee?..”

“..Aku menghubunginya dan bertanya bisakah dia mengambil foto kalian layaknya para aktris”

“Jadi dia bilang apa ?”, tanya Ny Yang

“..Upahnya agak mahal tapi dia bisa menyempatkan waktu”


Ny Hong bertepuk tangan kegirangan, “Jika bisa tampak seperti aktris uang bukan masalah bagi kami, setuju bukan ?”


Ny Oh keberatan karena tidak ada gunanya mengambil foto profil diusianya sekarang.

Eun Ji memutar otak, ia melarangnya khawatir, “Katanya dia akan menjadikan anda tampak 10 tahun lebih muda”


Ny Oh masih berpikir.

Ms Ma menyahut jika dirinya yang akan membayar. Seketika Ny Oh setuju tapi dirinya yang akan membayar semua biaya pemotretan.

Eun Ji tersenyum menang.



Tiga ajumma kini sudah duduk di studio foto Nona Jung. Mereka berusaha menghilangkan kegugupan dengan menikmati bir pemberian Eun Ji.


Eun Ji mengirimkan kode mata. Ma Ma mengerti. Ia pun mulai berbosa – basi, “Namamu Yoo Jung bukan ?..”

“..Kudengar kamu mengambil foto saay syukuran rumah Jung Hee tempo hari”.

Yoo Jung ramah membenarkan.

“Boleh kulihat foto – foto itu ?”


Yoo Jung tersenyum, “Kurasa aku tidak berhak memutuskan bisa memperlihatkan foto – foto itu ata tidak”.

Ms Ma tidak bertanya lagi. Ia hanya menatap Eun Ji penuh makna.


Sesi foto segera dimulai. Ny Yang mengajak Eun Ji ikut mengabadikan diri.

“Haha..Jika ikut berfoto dengan kalian aku yang paling cantik”.


Yoo Jung sibuk memotret. Eun Ji mulai menjalankan rencana.


Eun Ji diam – diam masuk ruangan pribadi Yoo Jung. Ia membuka folder bertuliskan, ‘Perkumpulan untuk Innocence’.


Eun Ji melihati satu persatu foto. Ia mematung tepat di foto Jung Hee yang tengah menunjukkan ekspresi geram. 


Joong Chul yang tiba – tiba muncul langsung menggoda Yoo Jung. Ms Ma hanya mengamati penuh tanda tanya.

Yoo Jung tidak mempedulikan terlalu jauh karena ia harus fokus bekerja, “Coba gaya anggun sekarang”

“Anggun ? Baiklah”

Joong Chul yang mengerti kesibukannya bergegas menyingkir. Ia bersiul santai menuju ruangan dimana Eun Ji berada


Joong Chul tersentak, ia berjalan mendekat menanyakan alasan Eun Ji berada di ruangan ini.

Eun Ji beralasan jika dirinya merasa bosan.


Joong Chul melirik layar komputer yang tengah membuka artikel, ‘Lee Jung Hee pingsan saat syuting’.

Eun Ji mengikuti arah pandangnya. Mendadak Joong Chul merampas ponselnya.


Eun Ji protes, “Apa – apaan kamu ? Itu ponselku”

Joong Chul mengecek isi ponsel.

Eun Ji makin geram, “Kamu tahu melakukan itu dianggap pelanggaran privasi bukan ?”


Joong Chul tidak peduli, ia berjalan hingga ke tempat pengambilan foto para ajumma. Eun Ji terus membuntuti, ia meminta ponselnya dikembalikan.

“Jika menurutmu privasi itu penting..”

“..Seharusnya jangan menyelinap ke ruangan seseorang begitu”


Yoo Jung mendekat menanyakan apa yang terjadi. Tapi mereka tetap melanjutkan pertengkaran.

“Ajeossi..!!”

“Akan kukembalikan kepadamu usai memeriksanya. Diamlah !”

Eun Ji mendengus. Giliran Ms Ma kini yang bertanya.


“Bukan apa – apa imo, ayo pergi”


Tiba di rumah Ms Ma menanyakan kabar ponsel Eun Ji. 

Eun Ji langsung menyalakan laptop. Ia tersenyum pada Ms Ma karena dirinya sempat mengunggah semua foto yang sudah ia lihat di dalam server awan miliknya.


Eun Ji menunjukkan satu foto Jung Hee yang diambil setelah bersama Hee Jae.

“Kamu mendengar obrolan mereka ?”


“Aku mencoba menguping, tapi harus menghampiri bu Yang”


Eun Ji terus mengklik foto hingga sampai pada potret yang menunjukkan sebagian wajah Ny Hong. Mereka serasa mendapat pencerah.


Tidak membutuhkan waktu lama, kini mereka sudah ada di hadapan Ny Hong yang tengah mengeluarkan protes karena wajahnya tak terpotret sempurna, hanya tampak sebagian.

“Kamu ingat mereka membicarakan apa ?”, tanya Ms Ma.

“Entahlah ini kapan ?”


“Saat aku baru saja sampai di atas”, tutur Eun Ji.

Ny Hong teringat sesuatu. Ia menunjuk wajah Hee Jae kemudian menatap Ms Ma, “Wanita ini menjelek - jelekkanmu”

Flashback

Hee Jae berkata pada Jung Hee yang rautnya sudah tertegun, “Lucu bukan?..”

“..Entah bagaimana dia tahu, tapi Ma Ji Won mendatangiku dan menanyai kejadian hari itu..”

“..Kubilang kepadanya..”

“..Memang benar aku ada di sana tapi tidak ada yang bisa kukatakan”

Jung Hee merasa sesak karena tampak seperti menahan marah.

Hee Jae panik menanyakan keadaannya.

Flashback End

Ms Ma bertanya apa yang Hee Jae bicarakan sebelum itu.

“Katanya dia mengidap suatu penyakit”

“Apa maksudmu ?”, tanya Ms Ma

Ny Hong tidak yakin karena waktu itu kondisi rumahnya sangat berisik.


Ny Oh yang baru datang sontak bergabung, “Ada apa ? Apa itu terkait kasusnya Jung Hee ?

Ny Hong membenarkan, ia ingat jika waktu itu dirinya bersama dengan Ny Oh.

“Kamu sempat mendengar sesuatu ?”, tanya Ms Ma antusias


Katanya dia mengidap flu Jerman..”

“..Saat mereka bertemu di Thailand”

“Flu ?”

“Ya, Katanya dia sakit kepala dan memiliki ruam..”

“...Jadi harus memakai riasan tebal saat menemui Jung Hee”


“Kurasa banyak orang menyebutnya sebagai campak Jerman”

Ny Oh membenarkan sebelum akhirnya duduk di samping Ny Hong.


Eun Ji merasa asing dengan penyakit campak Jerman.

“ Itu rubella”

“Rubella ?”

“Ya, Saat itu Hee Jae mengidap rubella”. Ms Ma kembali menilik foto Jung Hee yang sudah dipindahkan ke ponselnya.

Ms Ma menggumamkan permainan kata – kata Jung Hee.


'10 jaring laba – laba telah dipintal’

‘Cerimin terbelah menjadi dua’

‘Aku telah dikutuk’

‘Kutukan itu menimpaku’


Ms Ma terperangah karena menemukan satu petunjuk penting.

“Sama seperti puisi ini..”

“..Kutukan Jung Hee bukanlah melihat orang yang dia cintai..”

“..Kutukannya adalah kehilangan anaknya”


EmoticonEmoticon