Jumat, Februari 08, 2019

Ms.Ma Goddess of Revenge (Ms.Ma Nemesis) Episode 19 Part 1~ by2206am


Yoo Jung bertanya memastikan apa Joong Chul yang sudah membunuh Park Myung Hee.

Joong Chul enteng menjawab jika ia tidak bisa membiarkan Myung Hee bicara karena video indahnya nanti akan menjadi sia – sia.


Berkat memori di tangannya kini ia bisa menghasilkan uang dengan memeras Yoo Jung dan Lee Jung Hee.


Yoo Jung tak habis pikir karena Joong Chul juga memintai Jung Hee uang.

“Tentu saja aku harus memerasnya. Sekarang dia akan datang membawa uang”

“Sudah kubilang aku akan membayarmu !!”

“Benar. Aku akan dibayar jika bungkam soal dia membunuh orang..”

“..Tapi aku juga mengatakan ini. Orang – orang akan segera tahu”


Joong Chul berencana menyalakan komputer. Dari pantulan layar, ia melihat ekspresi menyeramkan Yoo Jung.

Joong Chul berbalik, ia refleks menjatuhkan rokoknya yang masih belum di sulut api setelah melihat sorotan mematikan Yoo Jung yang tengah mententeng penyangga kamera terarah padanya.


Tidak lama kemudian, kamera menyorot berkas darah yang mengotori lantai. 

Yoo Jung mengambil ponsel Joong Chul. Ia mengirimkan pesan untuk melarang Jung Hee kemari.

Yoo Jung menangis terisak, mulanya ia berencana mengetik kalimat, ‘Kembalilah. Jangan kemari, eomma’. Tapi Yoo Jung akhirnya menghapus kata terakhir.

-.-Episode 19-.-

Jung Hee terbelalak, “Kamu bilang apa barusan ?..”

“..Kamu bilang ‘ibu’ ?..”

“..Apa mungkin kamu ?..”

Yoo Jung memotong, “Dengarkan perkataanku”

Jung Hee menyela, suaranya bergetar sedih, “Ye Ji.... Kamu Ye Ji ?”


Yoo Jung tidak peduli, ia meneruskan perkataannya dengan nada tegas, “Jangan bilang anda ada di sini..”

“..Jika ada yang tahu, katakan anda tidak tahu..”

“..Hapus semua pesan teks yang dia kirim kepada anda. Serta...”


Yoo Jung berhenti berucap, ia berjalan menghampiri mayat Joong Chul.

Yoo Jung kemudian merogohi seluruh kantung pakaian Joong Chul lalu menyerahkan dua ponsel pada Jung Hee, “Ambil dan singkirkan ini”

Jung Hee sekali lagi memanggil nama anak angkatnya.


Yoo Jung menaikkan suara sementara air matanya tampak tertahan, “Anda mendengar aku ?!..”

“..Anda harus mempercayaiku apa pun yang kulakukan !..”

“..Jika tidak anda akan dipenjara seumur hidup sebagai pembunuh. Anda mengerti ?”

Jung Hee mengangguk. Yoo Jung menyuruhnya segera pergi.


Mal Goo tiba di depan bangunan yang tadi dimasuki Jung Hee tepat ketika Eun Ji dan Ms Ma baru tiba di sana.

Eun Ji menanyakan keperluan apa yang membawa Mal Goo kemari.

“Aku harus bicara dengan pak Choi”

Mendadak terdengar suara teriakan. Mereka bertiga bergegas masuk.


Di dalam mereka mendapati mayat Joong Chul dan Yoo Jung yang meringkuk ketakutan dengan kondisi ruangan yang jauh lebih terang dibanding tadi

Ms Ma panik mendekati Yoo Jung. Yoo Jung langsung memeluknya erat.


Eun Ji merogohi kantung bersiap untuk menghubungi Polisi, tapi ia baru tersadar jika ponselnya dirampas Joong Chul.

Eun Ji berlari kencang keluar.


Yoo Jung memulai kebohongan, “Ada yang baru saja bergegas keluar”

“Kamu mengenal dia ?”

“Kurasa dia Lee Jung Hee”

Ms Ma terperangah. Mal Goo yang mendengar nama majikannya disebut bergegas melajukan lari. 


Setelah mengedarkan pandangan diluar, Mal Goo tak menemukan siapa – siapa.


Ms Ma menyodorkan botol mineral, Yoo Jung yang kini duduk di sofa langsung meminumnya.

“Kamu yakin melihat Jung Hee ?”

“Karena gelap aku hanya melihat punggungnya..”

“..Tapi gaya rambutnya seperti bu Lee..”

“..Aku juga tidak bisa mempercayai ini. Kenapa dia berusaha mencelakai pak Choi”


Eun Ji yang baru tiba membawa para detektif menyahut jika itu dikarenakan Joong Chul mengancam Jung Hee.

Ms Ma kaget sementara Yoo Jung pura – pura tersentak.


Garis kuning polisi sudah terpasang. Ms Ma masih berada di sana. Yoo Jung menghampiri, ia duduk bersisian dengan Ms Ma.

“Kamu pasti terkejut..”

“..Kalian tampak sangat akrab”

“Aku berteman dengannya hanya karena butuh bantuan..”

“..Hubungan kami tidak seperti yang anda bayangkan..”

“..Ngomong – ngomong, apa maksud anda pak Choi mengancam bu Lee ?”


“Dia tahu salah satu kelemahannya ?”

Tatapan Ms Ma pada Yoo Jung masih penuh curiga, “Benarkah kamu tidak tahu ?”

“Anda pikir aku tahu ?”

Ms Ma meminta maaf karena ia berpikir Yoo Jung bersekongkol dengan Joong Chul.


Yoo Jung menanyakan alasan kenapa ia harus melakukan hal itu.

“Kupikir kamu Ye Ji”

Gelagat Yoo Jung mulai tampak aneh, Ms Ma menyadarinya.

“Siapa Ye Ji ?”

“Anak yang ditinggalkan oleh Jung Hee setelah diadopsi..”

“..Mungkin sekarang dia seumuran denganmu”


Yoo Jung menjawab tanpa melihat mata lawan bicara, “Aku belum pernah dengar soal itu”

“Tidak banyak orang yang tahu. Dia diadopsi dalam waktu singkat..”

“..Lalu ditinggalkan lagi”

“Aku tidak mengerti. Benarkah anda berpikir begitu ?..”

“..Soal wanita bernama Ye Ji..”

“..Aku tahu bu Lee melakukan hal kejam kepadanya..”


“Tapi benarkah dia mengancam orang yang pernah dia panggil ibu ?”

“Bukankah karena dia pernah memanggilnya ibu ?..”

“..Makin kita akrab dengan seseorang, makin kita membencinya”


Ms Ma keluar, Eun Ji menyusul, “Bibi mendengar mereka bukan ?..”

“..Ponsel Joong Chul menghilang. Bukankah Lee Jung Hee mengambilnya..”

“..Karena dia diancam dengan file di ponsel itu ?”

Ms Ma kurang yakin jika kali ini Jung Hee yang melakukan pembunuhan.

“Jung Yoo Jung melihat dia kabur”


“Itulah yang membuatku benar – benar bingung”

“Apa ?”

“Kupikir Yoo Jung adalah anak yang pernah diadopsi oleh Jung Hee..”

“..Kukira dia mendekati pak Choi karena dia memiliki bukti..”

“..Pembunuhan Bae Hee Jae”

Eun Ji mendengus, “Maka setidaknya dia melakukan satu hal dengan benar..”

“..Polisi akan segera menemukan Lee Jung Hee”


Ms Ma menggeleng, “Jika ingin membalas dendam, dia pasti menelpon polisi begitu melihat bukti..”

“..Kenapa dia mengulur waktu hingga sekarang ?”

“Dia mungkin tidak memberinya bukti..”

“..Tidak begitu sulit. Lee Jung Hee membunuh orang lagi..”

“..Dan Jung Yoo Jung hanya saksi”

Ms Ma tidak setuju, ia beranggap jika ada perbedaan besar antara meracuni orang dan memukuli orang sampai mati.


Eun Ji tetap mempertahankan pendapat karena keduanya sama – sama termasuk pembunuhan.

Sebelum pergi, Eun Ji mengingatkan jika mereka tidak memiliki banyak waktu.


Sepeninggalan Eun Ji, polisi Jo menghampiri. Kini mereka sudah duduk berhadapan di tempat yang lebih nyaman.

Polisi Jo memberitahu jika ia akan segera mengeluarkan surat penangkapan Jung Hee.

Ms Ma mengatakan jika masih belum ada bukti tapi mungkin pak Choi memilikinya.


Polisi Jo langsung menelpon seseorang untuk mencari tahu tempat tinggal dan riwayat panggilan terakhir Joong Chul.


Ms Ma menghela nafas, ia kemudian mendekat, “Kepala Jo..”

“..Kamu bisa mengetahui pembunuhan Hee Jae jika menemukan bukti itu..”

“..Tapi aku tidak tahu dalang di balik kasus Myung Hee dan Joong Chul”

Polisi Jo berkilah jika semua akan menjadi jelas saat Jung Hee sudah tertangkap. Ms Ma menunduk putus asa, ia tak ingin mengutarakan penjelasan lebih lanjut pada polisi di depannya.


Setelah Mal Goo beranjak memarkirkan kendaraan di kediaman sutradara Sung, tiba – tiba bagasi mobilnya bergerak.

Ternyata sedari tadi Eun Ji menyembunyikan diri di sana, Ia lega karena akhirnya bisa keluar dari tempat sempit itu.


Mal Goo menapaki halaman, panggilan sutradara Sung menghentikan langkahnya.

Mal Goo sontak membungkuk hormat.


Jung Hee menangis di dalam kamar. Pintu terbuka, Jung Hee mengira sutradara Sung yang datang.

Ia berbalik tapi malah mendapati Eun Ji yang tengah mengunci pintu.


“Siapa kamu ?”

Eun Ji langsung melepaskan jepit dua beruang lalu menyodorkannya. Jung Hee bergidik histeris.

“Ya, Kamu tahu benda ini. Kamu juga tahu siapa penculik anak..”

“..Yang memakai ini di rambutnya”

Jung Hee berteriak menyuruhnya pergi. Eun Ji tak peduli, ia terus mendesak Jung Hee untuk mengatakan pelaku pembunuhan sembilan tahun silam.


Sutradara Sung membahas mengenai kematian pak Choi. Ia bisa tahu karena polisi baru saja menghubunginya.

“Anda sudah menemui bu Lee ?”

Sutradara Sung tampak terpukul, “Aku takut. Bukankah ini lucu ?..”

“..Jung Hee satu – satunya orang dalam hidupku..”

“..Yang kuhargai, kukagumi, dan kucintai. Tapi sekarang..”

“..Aku takut pada wanita yang sama. Katakan ! Apa itu benar ?..”

 “..Jung Hee dalang di balik kejadian yang menimpa Myung Hee dan Pak Choi ?”


Mal Goo terenyuh. Sutradara Sung memanggil namanya. Mal Goo mulai bicara, “Bu Lee tidak ada saat Park Myung Hee meninggal”

“Bagaimana dengan pak Choi ? Ada yang melihat dia keluar dari sana ?”

“Bukan berarti dia pembunuhnya”

“Dia bukan pembunuhnya ?”

“Anda tidak perlu mencemaskannya. Hari ini selama syuting....”


Ucapan terputus. Mereka sama – sama terhenyak usai mendengar teriakan ketakutan Jung Hee.


Jung Hee berulang kali mengatakan pada Eun Ji jika ia tidak tahu pembunuhnya.

Mal Goo dan sutradara Sung menggedori pintu kamar. Eun Ji makin mendekat membuat Jung Hee mundur selangkah.

“Aku akan membantumu mengingat. Apa itu virus rubella ?..”

“..Bae Hee Jae membuatmu terinfeksi virus itu..”

“..Lalu kamu keguguran..”

“..Itulah sebabnya kamu membunuh Bae !”

Suara Jung Hee bergetar, ia terus – terusan menyangkal.

“Kamu pikir hanya Choi dan Park yang tahu ?..”

“..Bahwa kamu bersandiwara dengan kopi yang diracun ?”


Jung Hee terperangah, ia berlari hendak ke pintu keluar, Eun Ji memegangi lengannya.

“Kamu akan kehilangan semuanya begitu aku angkat bicara..”

“..Filmmu !..”

“..dan sutradara Sung yang memanjakanmu, semuanya !”

“Jae Deok sii !!!”


Eun Ji mulai kesulitan bicara karena kesedihan yang memekikkan, “Aku.. Aku..”

“..Aku kehilangan adikku..”

“..Kamu paham rasanya kehilangan orang yang kamu sayangi..”

“..Rasanya sakit kehilangan orang yang dicintai..”

“..Sampai kapan pun rasa bersalah tetap ada..”

“..Itulah sebabnya kamu melakukan pembunuhan”

Jung Hee terlihat tersentuh meski ia menggeleng – gelengkan kepala.

“Tidak, aku serius. Aku pasti melakukan hal serupa..”

“..Jadi..Jadi katakan. Kumohon”

Jung Hee merengek, ia berusaha melepaskan tangannya.

Jung Hee masih bungkam tak ingin mengatakan siapa pembunuhnya.


Mal Goo dan sutradara Sung berhasil membuka pintu. Eun Ji mengcengkram pundak Jung Hee, ia terus mendesak agar dia mengatakan jika Jang Cheol Min pelakunya.


Mal Goo menjauhkan Eun Ji. Eun Ji menangis sesunggukan dalam pelukannya.


Eun Ji yang lebih tenang meringkuk di teras depan.

Mal Goo menghampiri, ia bertanya apa yang sudah Eun Ji lakukan di dalam.


Eun Ji mendongak frustasi, “Jika kukatakan, akankah kamu membantuku ?”

“Katakan”

“Tidak , Tidak ada yang membantuku..”

“..Tidak ada orang selain aku yang bisa membantu”

Eun Ji menggenggam erat – erat jepitnya.


Jung Hee sudah seperti orang yang kehilangan akal sehat.

“Sayang. Apa aku berbuat sekejam itu ?”

Sutradara Sung mencoba menenangkan, “Tidak, kamu tidak bersalah”

“Benar, aku tidak bersalah, lantas kenapa aku takut ?”

“Jangan cemas aku ada di sini”


Sutradara Sung langsung memeluknya, “Tenanglah”

“Aku akan melakukan apa pun untuk melindungimu”.


Esoknya, pagi – pagi buta para Ajumma  berkumpul di Perpustakaan untuk memulai pergosipan.

“Benarkah ?”


“Ya. Polisi mengerumuni rumah sutradara Sung. Dan mereka....”

“Menyita dan menggeledah”, sahut Ny Oh

“Ya, menyita dan menggeledah. Itulah yang mereka lakukan”


Ny Hong menanyakan kenapa polisi bisa ada di sana.

“Pak Choi ditemukan tewas di studio penulis Jung tadi malam”

Bulu kuduk Ny Hong bergidik mendengar penjelasan Ny Yang.


“Astaga itu bukan apa – apa !”

“Kenapa ?”, tanya Ny Hong

“Hal yang sungguh mengejutkan adalah Lee Jung Hee tersangka”

“Benarkah ?”


“Bukan hanya itu, putraku bilang..”

“..Dia membunuh wanita yang tewas di acara syukuran rumah”

Ny Oh lanjut menanyakan pendapat Ms Ma mengenai masalah ini.


Ms Ma ternyata melamun di dekat jendela, tapi ia segera tersadar lalu menoleh untuk mendengar perkataan Ny Oh.

“Kepala Jo sangat senang karena menangkap Lee Jung Hee..”

“..Tapi aku sama sekali tidak percaya dengannya”


Mendengar nama kepala Jo membuat Ny Yang dan Ny Hong berdebat. Ny Yang berujar jika polisi Jo akan marah jika tahu  Ny Oh menggunjingkannya.

Ny Park  mengatai Ny Yang terlalu membela polisi Jo padahal perkataan Ny Oh 100% fakta.

Ny Oh menyentak, menyuruh mereka diam. Kedua ajumma itu sontak mengkerut.


“Bagaimana menurutmu ? Benarkah Jung Hee pelakunya ?”

Ms Ma tak menjawab, ia hanya menghela nafas sebelum akhirnya kembali menghadap ke luar jendela melanjutkan aktivitas merajutnya.


EmoticonEmoticon