Kamis, Februari 28, 2019

Trap Episode 3 Part 5


Pria A langsung mengambil lalu menodongkan pisau pada det Go, “Dia tidak sadar, tempat ini berbahaya untuk dimasuki sendiri”


Det Go menanggapi santai, “Semua detektif andalan di satuanku mati seorang diri”



“Kamu gila ? Pak, kamu tidak bosan akhir – akhir ini ?!! Ayo kita kubur dia di sini !!..”

“..Masa bodoh kamu detektif andalan atau polisi”


Pria B dan Tuan Muda bersiap menyerang.

Det Go menunjukkan tas yang dia bawa kemudian menyalakan pematik, “Jangan bergerak, barang kalian ada di tas ini..”

“..Juga sudah kusiram dengan bensin. Pasti ini mahal sekali..”

“..Kalian mau semuanya hangus ?”


Tuan Muda tak mau mendengarkan, ia malah meloncati sofa untuk menghajar det Go. 

“Karena keluarga kalian kaya, uang tidak berarti bagi kalian, ya ?..”

“..Nona – nona mohon bantuannya”


Tiga wanita yang sedari tadi ada di dalam ruangan menemani dua pria kaya itu langsung melumpuhkan pergerakan pria B dan Tuan Muda. Det Go dengan bangga memperkenalkan rekan – rekannya, “Mereka kebanggaan satuan kami. Mereka tim penyamar..”

“..Charlie’s Angels”


Det Go menyuruh pria A meletakkan pisaunya, “Aku sudah membantu istrimu selama sebulan. Aku punya bukti atas perselingkuhanmu”

Wanita bergaun merah di samping pria A tanpa ampun memukuli kepala pria A, “Apa kamu manusia ????”

Pria A ketakutan, “Aku tidak berselingkuh !!”

“Hya !!! Teganya kamu berselingkuh !!!”


Tuan Muda menatap det Go penuh kebencian.


Kelegaan det Go tak berlangsung lama. Det Go yang sedang berada di jalanan dihubungi sersan Jang tepat setelah dua jam setelah penahan. Sersan Jang menginformasikan jika salah satu pelaku pemakai narkoba tadi di bebaskan.

Sersan Jang mengaku juga tak kalah terkejut,  “Direktur tadi memanggil kapten kita..”

“..Setelah itu, salah satu pelaku tiba – tiba bebas”


“Yang benar saja !! Mereka terpergok saat transaksi !!!!”

“Akan kuselidiki, jangan dipikirkan. Bersenang - senanglah”

“Mana bisa ?? Aishhh....”. Det Go mematikan panggilan.


Dari sebrang jalan, seorang anak laki – laki berteriak memanggil det Go sambil melambaik, “Appa !!!!!”

Det Go ikut melambai kegirangan, “Adeul !!!!!!”


“Ayah !!! Ayah sudah membeli robotnya ?!!!!”

Min Seok berlari kencang karena lampu hijau, tanda para pejalan kaki diperbolehkan menyebrangi jalan menyala.


Mobil biru menyambar tubuh Min Seok. Sun Mi sontak menjerit histeris.

Det Go menjatuhkan mainan baru di tangannya. Seketika ia mematung.


Det Go perlahan mendekati putranya. Tatapannya kosong.


Tuan Muda dari kaca spion mentertawakan kesedihan mereka, “Ko Dong Guk, Detektif andalah Satuan Jatanras ?”. Teman di samping, menatap Tuan Muda tak percaya.


Det Go melihati mobil Tuan Muda yang melaju makin menjauh.


Upacara kematian digelar, det Go yang masih terpukul berulang kali menggumamkan kalimat yang pernah ia ucapkan pada Woo Hyun, “Aku tidak akan mati !..”

“..Pelaku harus kutangkap dan kuhajar hingga mati !..”

“..Sebelum itu, aku tidak akan mati”


Sersan Jang datang memberi penghormatan.

Min Joo dan Sun Mi meninggalkan mereka berdua. Sersan Jang menanyakan keadaan det Go. Det Go tak menjawab, ia terus – menerus menggumamkan kata – kata penyemangatnya.

“Nomor polisinya palsu. Aku curiga pelakunya pembalap trek lurus”


“Aku tidak akan mati. Pelaku harus kutangkap..”

“..Dan kuhajar hingga mati. Sebelum itu, aku tidak akan mati !!”


Det Go memulai pengusutan. Ia mendongak, melihat salah satu CCTV yang mengarah ke lokasi penabrakan Min Seok.


Det Go memutar rekaman itu di kantor kepolisian terdekat, “Bisa berikan salinannya ?”

“Ye”


Det Go mendatangi beberapa pusat reparasi mobil, “Jadi, kamu tidak memperbaiki mobil yang penyok baru - baru ini ?”

“Ya.. Belakangan hanya sedikit.......”

Narasi det Go, “Setelah memulai investigasi, kesedihanku mereda..”

“..Aku bersyukur menjadi anggota Satuan Jatanras. Jika aku hanyalah ayah biasa..“

“..Mustahil penyelidikanku bisa sejauh itu”


Det Go memasang spanduk untuk mencari saksi mata.


Beberapa hari usai pemasangan, seorang pria mendatangi kantor kepolisian untuk menemui det Go, “Anda det Go Dong Guk ?”

Det Go membenarkan. Pria itu menyerahkan rekaman mobilnya.

Det Go mengucap terima kasih.


Det Go mengecek rekaman pemberian pria tadi. Mobil Tuan Muda terekam jelas. Det Go merasa tidak asing dengan kendaraan biru itu.


Untuk memastikan kebenaran instingnya, Det Go mencoba mengecek berkas daftar tersangka terkait narkotika.

Mata det Go fokus menatap foto Tuan Muda.


 Sersan Jang berlarian ke arah det Go. Dia menginformasikan jika pelaku penabrakan Min Seok sudah menyerahkan diri.

Det Go terbelalak.


Orang yang menyerahkan diri melintas dengan kawalan seorang detektif. Dia adalah pria yang berada di samping dan menyaksikan secara jelas aksi Tuan Muda dalam melakukan pembunuhan anak det Go.

Det Go tak percaya, sekali lagi ia menilik potret Tuan Muda.


“Bukan dia”, gumam det Go penuh keyakinan.


Det Go menerobos masuk kediaman Tuan Muda tepat saat Tuan Muda dan sang ayah bersantap malam.

Dua pengawal menghadang det Go. Det Go dengan mudah berhasil melumpuhkan para penghalang yang berada di dalam ruangan.


Det Go duduk semeja dengan dua pria pemilik rumah itu.

“Aigooo .. Kalian sedang berpesta ? Aku kemari bukan sebagai polisi atau berandalan..”

“..Aku kemari sebagai sosok ayah”, ucap det Go sambil menoleh ke arah ayah Tuan Muda.


Tuan Muda tersenyum mengolok, “Kita kedatangan Go Dong Guk, detektif andalan Satuan Jatanras”

“Silahkan mengocehlah selagi bisa. Ini hari penghakimanmu !!”


“Aku tidak paham apa maksudmu, Tapi kami bisa menuntutmu atas ancaman dan penyerangan”

Det tak peduli, ia mempersilahkan ayah Tuan Muda melakukan segala hal sesuka hatinya karena tujuannya kemari hanya untuk menjebloskan Tuan Muda ke penjara, “Penjara lebih cocok untuknya, jika kamu ingin dia menjadi manusia yang baik”


Ayah Tuan Muda meletakkan alat makannya. Dia menjawab meremehkan, “Ternyata di negara ini masih ada polisi yang naif..”

“..Kamu yakin bisa menjebloskan dia ke penjara ?”


Tiga orang pengawal dikerahkan untuk menyeret det Go keluar. Det Go memberontak, Tuan Muda memperagakan bagaimana detik – detik kematian Min Seok dengan gerakan tangan seolah menabrak garpu, lalu menjatuhkan garpu itu diibaratkan dengan Min Seok yang sekali tabrak langsung tergeletak di tanah tak bernyawa.


Tuan Muda makin memuncakkan emosi det Go, “Pak, besok aku akan keluar negeri untuk berkuliah..”

“..Setelah pendapatanmu bertambah, kunjungi aku”


“Lepaskan !! Akan kubunuh dia !!!!!”

Tenaga det Go tak bisa menandingi kekuatan tiga pengawal.


Sepeninggalan det Go, ayah Tuan Muda mengatai det Go yang tidak becus melindungi putranya tapi  malah menceramahi dirinya soal anaknya.


Det Go meringkuk kesakitan. Tiga pengawal berhasil menghajarinya habis – habisan.

Seorang pengawal berjongkok, ia kemudian merogohi pakaian det Go dan menemukan cetakan rekaman mobil, bukti tabrak lari yang dilakukan Tuan Muda.


Det Go menyaksikan kertas buktinya terbakar habis. Det Go berucap lemah, “Beraninya kalian macam – macam dengan polisi ?..”

“..Tamatlah riwayat kalian..”

“..Akan kuhancurkan keluarga itu !!”


Pengawal mendengus, dia menimpali enteng, “Pak, anda pikir alat buktinya masih ada ?”

Pengawal itu kemudian memanggil nama Pak Yang.


Seorang pria berkacamata menampakkan diri, Pengawal berpesan, “Pastikan di masih bisa berjalan”


Pengawal beranjak, teriakan kesakitan det Go terdengar. Pengawal berhenti di hadapan seorang detektif yang sedari tadi menyandarkan diri di dinding tidak jauh dari lokasi penyiksaan det Go.


Pengawal menyerahkan kartu VVIP sebagai balasan atas kesuksesan detektif itu dalam memusnahkan seluruh bukti kejahatan Tuan Muda yang dimiliki det Go.

“Amplop yang cantik. Aku lebih suka kompensasi ini..”

“..Ngomong – ngomong berapa limit kreditnya ?”

“Seperti kataku, semua alat bukti yang kukumpulkan..”

“..Sudah lenyap saat aku pergi”


Det Go terkapar, ia sudah tak bisa bergerak. Matanya fokus menatap pertemuan pengawal dan detektif jahat itu. Det Go dengan sangat jelas bisa melihat wajah detektif di samping pengawal.


“Harapanku pupus, seperti kata ayah anak itu..”

Punggung det Go cidera parah.

“..Aku merasa seperti sampah

Rengekan tangis Min Joo terdengar, “Aku mau tinggal bersama ayahhhhh !!!”

Det Go menanyakan ke mana istrinya akan pergi.


Sun Mi yang tengah mengemasi pakaian menjawab jika dia akan membawa Min Joo ke tempat orang tuanya.


Min Joo terus menerus mengeluarkan air mata, “Eomma,, aku tidak ingin pergi...”

“..Aku ingin tinggal bersama ayah. Aku tidak mau pergi”


Sun Mi mengacuhkan sang anak. Ia lebih memilih meneruskan perkataannya pada det Go.

“Det Jang sudah berbicara dengan para petinggi dan mereka akan menyediakan pengasuh dan psikiater..”

“..Kamu akan baik – baik saja”


Det Go dengan nada lirih memohon agar Sun Mi tidak pergi.

“Aku harus tetap hidup. Hanya ini cara agar Min Joo juga tetap hidup”

“Tidak bisakah kita bersama ?”


Sun Mi sekilas menatap sendu sang anak sebelum akhirnya menutup pintu kamar.


Sun Mi duduk membelakangi det Go, “Setelah kamu membenahi dirimu..”

“..Kami akan kembali. Aku juga hampir gila, mana bisa aku mengasuh dia di sini ?”


Sun Mi memutar tubuh, suaranya mulai bergetar, “Kamu tahu apa yang paling membuatku gila ?..”

“..Kenapa kamu begitu mirip dengan putra kita ?”


Sun Mi yang tidak tahan lagi lantas menangis sambil memukuli kaki det Go yang duduk pasrah kehilangan kata – kata.

“Kenapa kamu memperburuk situasi ? Kembalikan dia, kembalikan putra kita”


Ternyata sedari tadi det Go mendengarkan luapan kesedihan sang istri sambil menonton berita yang di bawakan Kang Woo Hyun.

“Terkadang, dunia ini tampak penuh dengan kejahatan dan korupsi..”

“..Walau mungkin butuh waktu lama, keadilan akan menang..”

“..Begitulah yang kuyakini. Sekian perjumpaan kita hari ini. Terima kasih”


EmoticonEmoticon