Kamis, Maret 14, 2019

Ms.Ma Goddess of Revenge (Ms.Ma Nemesis) Episode 26 Part 2 ~ by2206am


Eun Ji melepaskan pelukan, “Aku akan pergi ke pekuburan ibunya dan melihat apakah dia ada di sana”

Do Hwan mengimbuhkan jika dia akan melakukan pencarian di sekitar desa, “Aku juga akan melaporkannya ke kantor polisi, dia mungkin pergi ke kota”


“Kalau begitu, aku akan mencarinya di sekitar sekolahnya”, sahut Ny Hong.

Ms Ma mengangguk – angguk, Eun Ji meminta Ms Ma menunggu di rumah karena Woo Joon mungkin saja menunggu di sana.


Ms Ma menggeleng, dia yakin Woo Joon tidak akan pergi ke rumahnya. Ms Ma mendadak teringat satu nama hingga ia akhirnya bergegas melajukan langkah.


Sung Eun dan Ye Jin saling melempar tatapan kebingungan. Ye Jin meminta maaf karena Woo Joon tidak ada di sini.


“Apakah ada tempat yang sering dia datangi belakangan ini ?”, tanya Ms Ma.yang pada Sung Eun yang dia kira teman dekat Woo Joon.


Sung Eun menatap sang ibu sebelum akhirnya memberitahu jika sebenarnya dia dan Woo Joon tidak terlalu dekat.

Ms Ma heran karena pada waktu itu Woo Joon mendatangi kediaman Sung Eun untuk belajar bersama Sung Eun.

“Itu hanya karena dia bersikeras ingin datang”


Ms Ma terkesiap, “Benarkah ?”

Ye Jin berkata jika sebenarnya dia berniat memberitahu Ms Ma kalau Woo Joon datang ke sini hari itu mungkin karena dia ingin melihat Ms Ma, “Dia berpikir anda akan datang untuk memainkan game mafia”


“Aku datang ke sini karena kudengar bahwa Woo Joon akan datang. Bu Hong memberitahuku dan....”

“..Jangan bilang......”


“Aku meminta bu Hong untuk memberitahumu tentang itu..”

“..Woo Joon juga memintaku untuk melakukannya”


Sung Eun tiba – tiba teringat sesuatu, “Benar juga. Katanya kelak dia akan mati di tempat ibunya mati. Tapi itu bohong, bukan ?..”

“..Bukankah begitu ibu ?”

Ye Jin mengangguk membenarkan agar anaknya tak berpikiran aneh – aneh.


Ms Ma detik itu juga bergegas berlari menuju kediaman Pengacara Choi. Ms Ma menangis histeris karena hal itu mengingatkannya pada kenangan tak mengenakkan saat dia berlarian di dalam hutan untuk mencari Min Seo.


Ms Ma berulang kali mengetuki pintu kediaman Choi sambil memanggili nama Woo Joon. Tak ada sahutan, Ms Ma berjongkok pasrah di halaman depan, matanya terus – terusan mengeluarkan air mata.


Tidak lama kemudian Woo Joon menampakkan diri. Ms Ma yang kelewatan panik sontak memarahinya, “Woo Joon ! Apa yang kamu pikirkan ?!!!”


Mal Goo melihat mereka dari kejauhan. Mal Goo tak kalah kesal, dia hendak menghampiri Ms Ma dan Woo Joon untuk mengeluarkan amukan. Eun Ji mencegah, dia  memegangi lengan Mal Goo.


Ms Ma menggoncang-nggoncang tubuh Woo Joon, “Aku sudah mencarimu di mana pun ! Woo Joon aa !!!!”


Woo Joon menangis. Woo Joon berkata jika dia sangat merindukan ibunya, “Tapi aku.... Aku terlalu takut untuk mati”


Ms Ma terenyuh hingga akhirnya dia berucap jika dirinya juga merindukan Min Seo tapi dia juga terlalu takut untuk mati.


Mata Eun Ji berkaca - kaca melihat mereka. Ms Ma memberitahu Woo Joon jika Min Seo adalah nama putrinya yang sudah meninggal, “Sebenarnya.. Aku mencari orang yang membunuhnya..”

“..Itu sebabnya aku kemari, dan alasanku hendak pergi..”

“..Selain itu, aku pembohong. Aku bukan seorang penulis. Aku berteman dengan ibumu..”

“..Dan menjadi dekat dengan orang – orang di perpustakaan, tapi itu bukan karena aku menginginkannya..”

“..Tapi kasih sayangku padamu bukan kebohongan”


“Sungguh ?”


Ms Ma mengangguk, “Jika aku memintamu tinggal bersamaku setelah memberitahumu semua ini..”

“..Akankah kamu setuju”

Woo Joon tak sanggup menjawab, dia langsung memeluk Ms Ma.


Woo Joon tidur di rumah Ms Ma. Ms Ma menjagainya. Eun Ji menghampiri mereka.


“Kurasa dia membutuhkan aku di sisinya sekarang”


Eun Ji berkata jika dia juga membutuhkan Ms Ma, ia kemudian menyandarkan kepala ke bahu Ms Ma, “Aku juga... Aku juga membutuhkan seseorang yang akan tinggal di sisiku”

Ms Ma tersenyum, dia menggenggam tangan Eun Ji.


Ms Ma dan Eun Ji mengantar Woo Joon ke sekolah. Woo Joon tiba – tiba berhenti di halaman depan, “Anda bisa kembali sekarang, aku bisa pergi sendiri”

“Baiklah jika itu maumu”, jawab Ms Ma.

“Ngomong – omong ke mana aku harus pergi saat sekolah selesai ?”


“Tentu saja kamu harus pulang ke rumah. Rumah kita”


Eun Ji melirik Ms Ma sambil tersenyum. Woo Joon tampak kegirangan sebelum akhirnya dia mengucap salam perpisahan, “Sampai nanti”


Senyuman Eun Ji seketika menghilang saat dia melihat det Han tidak jauh dari tempatnya berada. Det Han menatap Eun Ji. Eun Ji melempar kode agar det Han tak mendekat.


Ms Ma mengajak Eun Ji pergi ke Perpustakaan karena bu Hong ingin menemuinya.


Eun Ji menyuruh Ms Ma pergi duluan sementara dia akan menyusul setelah menyelesaikan beberapa hal.

Ms Ma mengangguk setuju tanpa banyak berkomentar.


Eun Ji bertanya apa det Han sudah mengetahui kaki tangan Cheol Min.

“Hampir”

“Siapa ?”

“Aku akan memberitahumu nanti. Aku belum menemukan bukti apa pun”

“Lalu kenapa kamu ada di sini ?”


“Aku datang untuk menemui bibimu”

Eun Ji menanyakan alasannya. Det Han berkata jika dia ingin menanyakan beberapa hal untuk memastikan adakah sesuatu yang sudah dia lewatkan tentang kasus Ms Ma, “Yang lebih penting lagi, aku ingin meminta maaf padanya”


Eun Ji mendengus, “Minta maaf untuk apa ? Kamu akan bilang kamu menyesal..”

“..Telah memenjarakannya sembilan tahun padahal dia tidak bersalah ?..”

“..Kamu harus melakukan itu setelah menemukan pelakunya dan memenjarakan dia ! Bukankah begitu ?”


“Kamu benar. Kurasa aku tidak memikirkannya baik - baik”

Eun Ji berujar jika mereka sudah tidak memiliki banyak waktu karena begitu Ms Ma tahu Ma Ji Won yang dibunuh alih – alih dirinya maka Ms Ma akan mencoba mencari tahu siapa pembunuhnya, “Terlebih jika Jang Cheol Min tahu bahwa bibiku masih hidup, dia tidak akan aman”


“Aku mencoba menunda pengumuman kasusnya untuk saat ini. Kamu juga harus hati – hati.....”


Eun Ji menyela, dia melarang det Han mengkhawatirkannya, “Saat mendatangiku lahi, lebih baik kamu membawa bukti..”

“..Untuk membuktikan Jang Cheol Min menculik dan membunuh anak itu..”

“..Bawa pula bukti mengenai komplotannya. Jangan pernah berpikir untuk menelponku..”

“..Atau datang kemari tanpa semua itu ! Kedatanganmu ke sini bisa membuat hidup bibiku dalam bahaya ! Kamu mengerti ?”


Det Han menjawab dengan helaan nafas pasrah.


Det Han hendak menaiki mobil. Eun Ji mengehentikan, “Kamu membawa apa yang aku minta ?”

“Haruskah kamu melihatnya ?”

Eun Ji mengiyakan tanpa sedikit pun keraguan.


Det Han terlihat cemas, ia mengingatkan jika benda yang ia bawa ini lebih brutal dan mengerikan dari apa yang Eun Ji kira, “Kenapa kamu terus bersikeras melihatnya ?!”


“Ini tentang kematian adikku. Bukan karena aku ingin melihatnya Tapi karena aku harus melihatnya”


Det Han akhirnya mengambil amplop cokelat dari jog mobilnya lalu menyerahkannya pada Eun Ji.


Eun Ji melamun di taman sembari menatap amplop cokelat pemberian det Han yang masih belum dia buka. Eun Ji perlahan – lahan menarik isi amplop yang ternyata berisi dokumen ‘Foto TKP Kejahatan’ pembunuhan Min Seo sembilan tahun silam.


Eun Ji menyibaki selembar demi selembar dokumen itu. Eun Ji menggernyitkan mata karena melihat foto jasad Soo Ji yang selama ini dikenali semua orang sebagai Min Seo.


Eun Ji berusaha menguatkan diri. Ia kembali melihati dokumen. Eun Ji tak bisa menahan air mata saat wajah hancur Soo Ji terpotret dengan jelas.


Eun Ji memutuskan untuk membakar dokumen itu, “Kakak tidak akan melupakanmu, Soo Ji aa”


Eun Ji melemparkan dokumen yang masih terbakar ke tanah. Mendadak bayangan Soo Ji menghampiri. Soo Ji bermain ayunan, dia memanggil sumringah nama sang kakak.


Eun Ji tertegun, ia menoleh ke arah ayunan. Soo Ji melemparkan senyum padanya.


Eun Ji sontak menangis terisak, ia kembali terduduk di bangku taman. Bayangan Soo Ji mendadak mengilang. Eun Ji memanggil lemah nama adiknya, “Soo Ji aa, kakak tidak akan..”

“..Pernah menangis”


Bersambung...

2 komentar

ditunggu lanjutannya kak. thak you sinopsisnya :)


EmoticonEmoticon