Rabu, Maret 27, 2019

Ms.Ma Goddess of Revenge (Ms.Ma Nemesis) Episode 30 Part 2 ~ by2206am


Orang – orang itu menghampiri Polisi Jo dan Do Hwan. Polisi Jo bertanya apa yang dilakukan mereka di situ.

“Kami hendak menemui Bu Ma Ji Won”

“Penulis Ma ? Dia sedang di rumah sakit karena Woo Joon.....”


Do Hwan sontak menginjak kaki Polisi Jo. Do Hwan angkat bicara, dia berbohong. Do Hwan memberitahu jika Ms Ma pergi ke Provinsi Gangwon untuk mengumpulkan materi untuk novel barunya, “Ngomong – ngomong ada urusan apa menemuinya ?”

“Hanya urusan pribadi. Aku akan kembali lain kali”

Tiga orang asing itu pun pergi.


Polisi Jo mengomel, “Dasar berandal. Kenapa tiba – tiba menginjakku ?”

Do Hwan tak menanggapi, dia pamit ingin pergi ke rumah sakit. Do Hwan memberi hormat sebelum akhirnya beranjak.


Dokter menjelaskan jika masa kritis Woo Joon telah berlalu tapi karena kecelakaannya parah, Woo Joon harus di sini beberapa hari lagi.

“Ya. Terima kasih dokter”, ujar Ms Ma.


Mal Goo dan Do Hwan muncul tepat saat dokter pergi.

“Bu Ma. Tampaknya kamu harus pergi ke tempat lain”, ucap Mal Go terdengar panik.

Do Hwan mengimbuhkan jika tadi ada beberapa pria mencurigakan yang berkeliaran di depan rumah Ms Ma.


Tiga pria yang baru saja dibicarakan Do Hwan baru saja tiba di RS Dongnam. Mereka membuka kamar Woo Joon. Tiga ajumma kaget.


Eun Ji, Ms Ma, Mal Goo, dan Do Hwan berjalan cepat. Mereka ternyata masih berada di RS. Eun Ji menyarankan sebaiknya mereka menemui Jang Sun Do.

Ms Ma terhenyak, “Jang Sun Do ?”, tanyanya.

“Dia yang menculik adikku”

“Kamu tahu dia di mana ?”

“Aku menemuinya tempo hari”


Mal Goo sudah berada di belakang setir kemudi. Ms Ma dan Eun Ji buru – buru masuk mobil. Do Hwan memanggil nama Eun JI. Eun Ji menoleh.

“Hati – hati”

Eun Ji menjawab dengan senyuman.

Sanatorium Bomun

Eun Ji berkata jika Sun Do sebenarnya sadar tapi berada dalam kondisi vegetatif.

Ms Ma duduk, dia mencoba mengajak Sun Do bicara, “Bisa dengar aku, pak Jang Sun Do ? Lakukan sesuatu jika iya”


Eun Ji berkata usaha Ms Ma itu tidak akan berhasil. Ms Ma masih belum menyerah, “Eun Ji yaa.. Beri aku fotonya Soo Ji. Cepat”


Eun Ji menyerahkan ponselnya. Ms Ma menunjukkan foto Soo Ji pada Sun Do, “Ini dia. Namanya Seo Soo Ji. Anak yang kamu culik sembilan tahun silam..”

“..Kami mencari orang yang memerintahkanmu menculik gadis ini. Kamu mendengarku bukan ?..”

“..Kedipan matamu jika iya”


Sun Do sama sekali tak memberikan respon. Mal Goo menyuarakan pendapatnya, “Mau membawa Pimpinan Jang kemari ?..”

“..Jika melihat ayahnya, dia mungkin akan bereaksi”

“Ya.. mari kita coba”, timpali Eun Ji.


Mi Hee mendapat kabar dari antek – anteknya jika mereka kehilangan Ms Ma. Mi Hee menghela nafas jengkel, “Tetaplah di sana dan awasi !”

Mi Hee menyudahi panggilan.


Ternyata Mi Hee tengah bersama Cheol Min. Mi Hee menyuruh Cheol Min berhenti minum.

Cheol Min yang setengah mabuk tertawa karena dia melihat Mi Hee menyembunyikan pistol di balik jasnya, “Kenapa ? Kamu akan menembaknya jika dia muncul ?”

Mi Hee menjawab enteng, “Jika dia masih hidup - hidup”


Kecemasan Cheol Min kambuh. Dia bertanya bagaimana jika Ms Ma melaporkan kematian pada polisi dan reporter.

“Jika memang hendak melakukan itu, dia tidak akan mendatangiku”

“Lalu apa ? Dia mau membalas dendam ?”. Cheol Min tiba – tiba tertawa seperti orang gila.


Cheol Min menengguk minuman alkoholnya. Dia lalu bertanya, “Kamu akan mengurus segalanya, bukan ? Bukankah begitu ?”

Mi Hee mendengus sebelum akhirnya dia merebut gelas Cheol Min, “Ya, akan kuurus semuanya. Berhenti minum sekarang juga..”

“..Coba pikirkan tempat yang mungkin dia kunjungi”


“Tidak ada yang bisa dilakukan. Lacak saja lokasinya ! Pakai satelit untuk melacaknya seperti di film – film !!..”

“..Zaman sekarang semua orang punya ponsel !”

Mi Hee kesal, mereka tidak punya nomornya bagaimana mau melacaknya.


“Aaa... Aku belum bilang. Dia menelponku semalam”. Cheol Min menyodorkan ponselnya. Mi Hee bergegas menilik nomor Ms Ma.


Kakek Jang merabai wajah Sun Do. Kakek Jang menangis. Mal Goo menatap nanar kakek Jang. Mata Eun Ji berkaca – kaca, dia buru – buru keluar karena tidak tahan dengan situasi ini.


Mal Goo dan Eun Ji kini berdiri bersisian. Eun Ji bertanya di mana Bertram International itu.


“Aku tidak bisa memberitahumu !!”, jawab ketus Mal Goo.

“Tidak bisa ? Apa kamu memberi tahu bibi ?”

Mal Goo mengangguk.

“Lantas kenapa tidak memberitakuku ?”

“Terlalu berbahaya ! Jika kamu memang ingin tahu, tanya saja Bu Ma langsung..”

“..Aku tidak akan memberitahumu !!”


Mal Goo mendadak tertegun melihati dua mobil hitam yang baru saja meintas. Eun Ji mengikuti arah pandang Mal Goo.


Di kamar Sun Do, Ms Ma bertanya apa kakek Jang tahu siapa yang menyuruh putranya menculik gadis kecil itu.

“Yang kutahu hanyalah dia diberikan banyak uang. Meski Sun Doo tahu siapa orang itu..”

“..Dia bisa apa jika kondisinya begini ?”


Ms Ma menghela nafas pasrah. Kakek Jang menyalahkan dirinya karena Sun Do menjadi seperti ini, “Saat masih kecil dia pandai dan menggemaskan. Tapi dia mempelajari hal – hal jahat dariku..”

“..Karena itu caraku mencari nafkah”


Ms Ma fokus melihati jari – jari Sun Do sementara kakek Jang meneruskan, “Aku lega karena setidaknya bica melihat wajah putraku sebelum meninggal”


“Sun Do pasti merasa begitu juga. Aku yakin dia senang bertemu dengan ada. Benar, bukan ?”

“Entahlah. Jika tidak koma, mungkin dia akan membenciku karena tidak becus membesarkannya”


“Kamu merasa begitu Sun Do ?”

Jari telunjuk Sun Do bergerak. Ms Ma melanjutkan ucapannya, “Katakan, kamu juga merindukan ayahmu, bukan ?”

Untuk yang kedua kalinya Sun Do berhasil menggerakkan telunjuknya.

Ms Ma terperangah lega.


Segerombolan preman Bertram keluar. Mal Goo menyuruh Eun Ji melarikan diri dengan Ms Ma.

Eun Ji cemas, dia bertanya memastikan apa Mal Goo benar – benar yakin jiak orang – orang itu mengincar dirinya dan Ms Ma.

Mal Goo mengiyakan, “Aku akan mengulur waktu, lekaslah !”


“Oppa,,,,”

“Lekas !!!!”

Eun Ji menurut meski terpaksa.


Mal Goo membuka jasnya, dia berjalan mendekati orang – orang itu.


Ms Ma meletakkan ponselnya dibawah telunjuk Sun Do, dia kemudian bertanya, “Biar kutanya sekali lagi. Kamu bisa mendengar suara ayahmu ?”

Kakek Jang memanggil nama anaknya.

Terdengar suara ‘cekrek’. Sun Do menekan tombol jepretan kamera tanda mengiyakan.


Kakek Jang terharu, “Kamu bisa mendengar ayah ?”

Sun Do menekan tombol kamera.


“Jang Sun Do ssi. Kamu menculik gadis kecil sembulan tahun silam, bukan ?”

(tombol kamera ditekan)


“Soal gadis itu.....”

Ms Ma berhenti berucap karena Eun Ji muncul. Ms Ma minta foto Soo Ji. Eun Ji tidak menanggapi dia menginformasikan jika banyak pria mencurigakan di luar, “Kita harus pergi !”


Ms Ma tidak peduli, dia tetap minta foto Soo JI. Eun Ji menyerahkan ponselnya.


Ms Ma memperlihatkan foto Soo Ji.

“Diakah gadis yang kamu culik ?”

(Tombol kamera ditekan)

“Lantas, apa kamu melihat wajah orang yang menyuruhmu menculiknya ?”

(Tombol kamera ditekan)


Ms Ma beralih menujukkan foto Mi Hee.

“Dia orangnya ?”

Sun Do tak menggerakkan jarinya.


Eun Ji merampas ponselnya, dia kemudian menyodorkan potret Cheol Min.

Eun Ji bertanya penuh emosi, “Dia orangnya, bukan ? Dia pria yang menyuruhmu menculik Soo Ji, bukan ?!!”

(Tombol kamera ditekan)


Bersambung...

2 komentar

masih nggak percaya det han meninggal. makasih sinopsisnya. semangat kak

Siap. Terima kasih semangatnyaaaa


EmoticonEmoticon