Jumat, Maret 29, 2019

Ms.Ma Goddess of Revenge (Ms.Ma Nemesis) Episode 31 Part 2 ~ by2206am


Det Cheon dan beberapa rekannya tiba di Agensi Budaya dan Konten, tapi mereka hanya mendapati dua anak buah Mi Hee yang terluka dikerumuni orang – orang.


Ms Ma berjalan cepat menuju mobil Mal Goo sambil memegangi lengannya. Mal Goo menurunkan kaca, dia fokus melihat luka Ms Ma.


Sebelum masuk mobil, Ms Ma menatap bagasi karena mendengar suara ketukan dan teriakan Cheol Min yang meminta tolong.


Cheol Min dibawa ke hadapan Sun Do. Ms Ma memperlihatkan foto Soo Ji pada Sun Do sambil melemparinya pertanyaan,  “Apa ini gadis yang kamu culik ?”

(Cekrek)

“Orang yang menyuruhmu adalah pria ini bukan ?”
.
(Cekrek)


Cheol Min berulang kali berteriak menyangkal jika bukan dia pelakunya. Eun Ji habis kesabaran. Eun Ji mencengram kemeja Cheol Min, “Bohong ! Kamu pelakunya !!”

Eun Ji memukuli Cheol Min, “Kenapa kamu melakukannya ? Kenapa kamu menculik Soo Ji ?!!! Kembalikan dia ! Kembalikan Soo Ji !!!”


Mal Goo melerai, dia menjauhkan Eun Ji dari Cheol Min. Eun Ji menangis terisak. Mal Goo membawanya keluar.


Cheol Min berlutut di samping Ms Ma, “Yeobo.. Aku tidak melakukannya. Kamu tahu aku tidak mungkin melakukan hal semacam itu..”

“..Wanita itu menyuruhku melakukannya. Ya, Yang Mi Hee menyuruhku melakukannya !!..”

“..Percayalah padaku !!”

Ms Ma dengan ketus menyuruh suaminya bangun. Cheol Min bangkit, Ms Ma menanyakan keberadaan Min Seo.


“Yeobo....”

“Kutanya di mana dia !!!!”, ujar Ms Ma dengan sorot dipenuhi kemarahan.


Ms Ma dan Cheol Min keluar kamar. Ms Ma menyodorkan kertas pada Mal Goo, “Aku harus pergi ke suatu tempat. Jika terjadi sesuatu, hubungi nomor itu”

“Aku akan menemani anda”

Ms Ma menganggap hal itu tidak perlu karena Mal Goo dan Eun Ji harus tetap berada di sini.


Eun Ji mencegah Ms Ma yang berjalan hendak pergi. Eun Ji khawatir karena  Mi Hee mengincar Ms Ma, “Bibi tidak boleh pergi sendirian. Ajaklah Mal Goo oppa. Aku bisa mengatasinya sendiri”

Mal Goo sepemikiran. Ms Ma akhirnya setuju.


Mal Goo menyerahkan kertas pemberian Ms Ma pada Eun Ji.


Sepeninggalakn Mal Goo. Eun Ji masuk ke kamar Sun Do. Kakek Jang juga ada di sana. Dia tertidur. Eun Ji berencana mencekik Sun Do tapi tangannya gemetaran


Eun Ji menangis. Dia tidak sanggup menghabisi Sun Do. Kakek Jang terbangun karena suara tangisan Eun Ji, “Ya.. Dia pantas mati 100 kali”


Eun Ji menatap marah Sun Do dia berkata, “Aku bersumpah kepada diriku akan membunuh penculik Soo Ji begitu menemukannya”

“Adikmu pasti enggan kamu menjadi pembunuh untuk balas dendam. Ada urutan dalam membalas dendam..”

“..Pertama, cari orang bodoh yang mempekerjakan Sun Do. Lalu kamu harus mengungkap semua perbuatannya..”

“..Tentukan nanti apakah kamu akan membunuhnya atau tidak”


Eun Ji menekankan jika detektif yang memiliki bukti itu sudah mati.

Kakek Jang menanggapi tenang, “Apa dia detektfi yang mengikuti Bu Ma ? Aku sudah menemui banyak detektif seperti dia..”

“..Anjing pelacak yang tidak pernah melepaskan gigitan. Mereka punya satu kesamaan..”

“..Jika memiliki bukti penting, mereka pasti membuat salinan sekalipun mereka mengalami akhir naas..”

“..Orang lain masih bisa memenjarakan penjahatnya”


Mata Eun Ji seketika melebar.


Ms Ma, Mal Goo, dan Cheol Min tiba di depan vila. Ms Ma menghela nafas dia lalu bertanya, “Di sini tempatnya ? Min Seo berada di sini ?”

“Percayalah padaku Yeobo. Aku sungguh tidak menyangka dia akan berakhir seperti ini”

Flashback

Cheol Min mendatangi vila, tempat Mi Hee menyembunyikan Min Seo. Cheol Min menanyakan keberadaan putrinya.

Mi Hee menggerakkan mata sebagai kode jika ‘Min Seo ada di kamar itu’


Cheol Min membuka pintu kamar. Dia mendapati putri terbaring di ranjang dengan wajah pucat.


Cheol Min menggoncang – goncang tubuh Min Seo sambil berulang kali memanggili nama putrinya. Cheol Min mencoba mendengarkan detak jantung Min Seo. Dia menangis karena putrinya tewas.


Mi Hee yang berdiri di depan pintu malah santai – santainya berkata jika sekarang Ms Ma pasti berada di kantor polisi, Cheol Min tak mempedulikan ocehannya, dia memeluk Min Seo.

“Mereka akan menghubungimu. Tunggulah di rumah. Aku akan mengurus dia”, tutur Mi Hee.


Cheol Min menghampiri Mi Hee. Nada bicaranya meninggi, “Mengurus ?”

Cheol Min mencengram kerah Mi Hee, “Katamu dia akan baik – baik saja ! Katamu Min Seo akan baik – baik saja !!!..”

“..Itu sebabnya aku menculik gadis lain ! Kenapaa ?!!!”


Mi Hee menyingkirkan tangan Cheol Min.

“Apakah ini yang disebut menipu diri sendiri ? Kamu pun tahu, aku berbohong saat berkata putrimu akan baik – baik saja..”

“..Kita menjebak istrimu atas pembunuhan anaknya..”

“..Bagaimana bisa rencana itu berhasil jika putri kalian masih hidup ? Yaa.. Anak mana yang tidak bersedia melakukan apa pun..”

“..Jika ibunya dipenjara karena membunuhnya ? Dia akan keluar dan berhata bahwa dia masih hidup dan membuktikan ibunya tidak bersalah !”


Cheol Min berteriak, “Tidak !! Kupikir rencana ini akan terhasil jika kita kirim dia ke luar negeri !!..”

“..Kupikir semua akan lancar jika dia pergi ke tempat yang tidak diketahui ibunya  !!..”

“..Akan kukungkap semuanya ke polisi, aku tidak bersalah !”


Mi Hee menahan Cheol Min yang berencana pergi. Mi Hee mengingatkan jika dia sudah memberikan peringatan, begitu memulai mereka tidak bisa dan tidak boleh berhenti.


“Tidak ! Kita bisa berhenti sekarang !!”

Mi Hee emosi, “Sepeda akan berhenti jika kita berhenti mengayuh. Pengendaranya akan terluka..”

“..Itu tidak boleh sampai terjadi. Aku akan terus mengayuh menggantikan kamu !!!”


Cheol Min menangis, dia berkali – kali berkata tidak. Cheol Min begitu terpukul sampai tidak sanggup berdiri.

Flashback End

Ms Ma berjongkok di depan kumpulan krisan, “Benar. Min Seo menyukai bunga ini”


Bayangan Min Seo kembali mendatangi Ms Ma.

“Cantik, bukan ?”, tanya Min Seo.


Ms Ma menanyakan alasan kenapa anaknya sangat menyukai ini, “Ada mawar dan lili, tulip juga cantik”

“Aku menyukai arti bunga ini. Dengarkan !!..”

“..Bunga ini adalah soguk”

“Em,, krisan kecil”

“Krisan ?”


Ms Ma mengoloki Min Seo karena ternyata anaknya baru tahu jika ini bunga krisan. Min Seo membela diri, “Intinya, aku tetap tahu artinya”


“Baiklah. Beritahu ibu. Kamu tidak tahu jenis bunganya, tapi tahu artinya..”

“..Mari kita dengar penjelasan Min Seo yang hebat”

Min Seo memberitahu jika menurutnya krisan berarti ‘Mari berteman’, “Kata ‘soguk’ berasal dari ‘bermain rumah - rumahan’, ‘Mari berteman dan bermain rumah - rumahan’. Itulah arti ‘soguk’”
(btw, aku gak mudeng percakapan diatas.. wkwkwk :D. Aku pernah nonton KARA's Secret Love, Krisan artinya perpisahan, makanya kan biasanya di drakor kalau ada yang meninggal selalu dikasih krisan pas pemberian penghormatan terakhir.)


Min Seo tertawa, dia kemudian berlari masuk vila. Ms Ma mengejarnya.


Sampai di dalam, Ms Ma memanggili putrinya. Ms Ma menoleh ke ruang tamu, dia melihat Min Seo dan Mi Hee, di mana Mi Hee merayu Min Seo agar mau memanggili ibunya dengan suara sedih.


Mi Hee menyimpan suara Min Seo. Min Seo tersenyum, Dia bertanya apa aktingnya bagus.

“Ya, aktingmu hebat”

“Tapi kapan ayah akan datang ?”


“Ayah ?”


Mi Hee berjongkok, dia mencekik Min Seo. Min Seo kesulitan bernafas.


Ms Ma yang menyaksikan kekejian Mi Hee berteriak histeris, “Tidak, Min Seo !!!”


Ms Ma tersadar dari imajinasinya Ms Ma menggali makam Min Seo dengan kedua tangannya, “Min Seo yaaa.. Ibu pasti sangat buruk. Jemari ibu sakit..”

“..Kamu dikubur di sini, tapi ibu menderita”


Ms Ma melihat pakaian Min Seo, dia menariknya.


Bersambung...

2 komentar

mi hee benar2 kejam ya. cheol min benar2 pengecut yg payah. kapan nih antagonisnya ketangkap hehe. semua misteri sdh terungkap. thank u chingu :)

episode penutup udah aku buat tuuu... Happy reading yaaahhh.
Sama - samaaa :D


EmoticonEmoticon