Minggu, Maret 10, 2019

Trap Episode 7 Part 3


Det C tanpa pikir panjang langsung mengambil memori perekam catatan GPS dari mobil Deok Cheol.


Det C memperlihatkan rekaman catatan tempat yang pernah dikunjungi Deok Cheol pada Det B, Sung Bum, dan Rep Go, “Ini kudapat dari mobil kapten. Data lokasinya sampai di sini”


Det C heran karena dia tidak tahu di Korea ada tempat seperti itu.


Rep Go seketika beraksi, ia bergegas mengambil sesuatu, sepertinya dia menemukan petunjuk. Benar saja, sesaat kemudian Rep Go menunjukkan artikel yang memuat lokasi sama dengan yang diperlihatkan det C di layar laptop, “Dahulu aku pernah mengusut ini, sepertinya lokasi itu di sini”


Artikel yang ditunjukkan rep Go barusan berjudul, ‘Militer AS Mundur, Masalah Ditelantarkan.......’


Kelompok sersan Jang bergerak mengendap – endap. Mereka mengawasi dari kejauhan lokasi kemungkinan keberadaan det Go.


Pria B baru selesai menyuntik det Go. Dia berpesan jika untuk sementara det Go tidak akan merasa lelah. “Anda juga kedatangan tamu nanti. Dia menjalani pengobatan sebelum anda. Kalian saling kenal”


Det Go terhenyak saat Pria B kembali ke kurungannya sambil membawa Si Hyeon.


Mereka kini duduk bersisian. Det Go menanyakan keadaan Si Hyeon. Si Hyeon tak merespon.

“Kamu mengenaliku ?”

“Siapa anda ?”


Det Go memberitahu jika mereka pernah bertemu di kantor polisi. Ia kemudian tersenyum meminta Si Hyeon agar tetap kuat, “Mereka menggunakan obat – obatan untuk menghapus ingatan kita..”

“..Kita akan dirusak, tapi pasti ada solusi. Ayo kita lari dari sini”

Si Hyeon  putus asa karena dia bahkan tidak tahu identitasnya.


Det Go terus menguatkan, ia berkata jika mereka memiliki tekad maka mereka bisa mengatasi apa saja, “Jadi, ingatlah hal yang paling kamu inginkan, sayangi dan rindukan..”

“..Ingat itu dalam hatimu”


Si Hyeon menyebut nama Kang Woo Hyun sambil menangis. Dia kemudian menggenggam tangan det Go, “Aku merindukannya. Aku tidak tahu dia selamat atau terluka..”

“..Apa dia terluka ?”

Det Go hanya sanggup menghela nafas.


Pak Jo mengawasi pertemuan Si Hyeon dan Det Go dari rekaman kamera CCTV. Pria B berucap jika ingatan Si Hyeon masih tersisa, dia menyarankan untuk menambahkan dosis obat.

Pak Jo tak setuju karena ingatan semacam itu bagus jika dibiarkan.

“Anjing yang merindukan pemiliknya”, gumam pak Jo.


Det Go menatap dirinya di cermin. Dia berusaha mengingat semua kenangan bersama kenalannya yang masih tersisa.


“Hanya kamu yang memanggilku det Bae”


“Terima kasih”


“Maafkan aku”


“Dasar gila !!”


Det Go berteriak – teriak kehilangan kendali, dia meninjukan kepalan tangannya ke cermin. Det Go berteriak frustasi.

Dua anak buah Pak Jo langsung menyeret det Go ke ranjang untuk diberi tambahan suntikan.


Woo Hyun mendatangi Seo Young, dia menyodorkan botol mineral, “Mau minum ?”

Seo Young sontak menjauhkan mulutnya. Woo Hyun tak mempermasalahkan penolakan Seo Young barusan.


Woo Hyun mengucap terima kasih karena berkat Seo Young debatnya berlangsung sukses, “Banyak yang mendukungmu di media sosial. Tapi ada yang mengganjal..”

“..Tadinya dilema ini tidak ada”

Flashback

Woo Hyun melihati satu persatu potret hasil mata – mata Yun Soo. Entah apa yang tengah mereka bicarakan karena Woo Hyun tiba – tiba menanyakan apa alasan yang membuat Yun Soo mendadak ingin berhenti.


Yun Soo tak menjawab, dia ingin Woo Hyun membiarkannya pergi dengan membawa Si Woo.

Woo Hyun menanggapi santai, “Bukankah kamu juga menikmati ini ?”


Yun Soo menoleh ke arah Woo Hyun. Woo Hyun memutar rekaman hasil sadapan dari ponsel Yun Soo.

“Terima kasih telah membawaku sejauh ini”


Yun Soo menghela nafas. Woo Hyun makin mengoloki, “Kamu menyukai dia ? Kamu belum pernah mengatakan ini”


Yun Soo mengaku jika dia memang menyukainya karena setidaknya CEO Hong tidak menyandera anaknya sendiri dan bukan muncikari yang membuat istrinya tidur dengan pria lain, “Menyedihkan, kamu begitu penasaran tentangnya, sementara CEO Hong sudah tahu banyak tentangmu”

(Ohhh.. Jadi selama ini Woo Hyun menyuruh Yun Soo mendekati CEO Hong untuk mengorek informasi CEO Hong dan pemburu elite, Yun Soo ingin berhenti menjadi budak Woo Hyun dan dia ingin Woo Hyun membiarkannya pergi bersama Si Woo. Kenapa Yun Soo mau diperbudak Woo Hyun ? Karena Woo Hyun mengancam Yun Soo dengan keselamatan Si Woo)


Woo Hyun berjalan mendekati Yun Soo. Dia kemudian menyeret Yun Soo dengan menarik rambutnya.

Woo Hyun mencekik Yun Soo hingga tewas. Si Woo melihat itu semua dari balik pintu yang sedikit terbuka.


Woo Hyun menghampiri Si Woo. Si Woo mematung ketakutan. Woo Hyun menatapnya dengan sorot mengerikan.

Flashback End

“Motifku membunuh Yun Soo bukan karena provokasi remeh. Wanita yang tidak berguna tidak lagi menarik..”

“..Aku tahu cerita soal orang tuamu. Kamu dibuang saat kecil dan hanya adikmu yang dibawa..”

“..Padahal kalian saudara kembar. Kamu tahu kondosi det Go saat ini ?..”

“..Gara – gara kamu bu Yoon, det Go mati secara tersiksa di suatu tempat”


Seo Young melirik patung pemberian det Go, Woo Hyun mengikuti arah pandangnya. Woo Hyun mendengus, ia berkata jika dirinya kini tengah mengalami masalah karena dokter bilang kondisi Seo Young makin membaik, “Apa rencanamu jika sudah pulih ? Siapa yang mau menerimamu bu Yoon ?..”

“..Siapa yang akan menerima kondisimu ini ?”


Seo Young tidak tahan, ia menggerakkan tangan hendak menyerang Woo Hyun tapi tenaganya terlalu lemah. Woo Hyun menghela nafas, “Ini tidak bisa dibiarkan”, gumannya. Woo Hyun kemudian mengeluarkan suntikan obat.


Woo Hyun menemui Pak Jo. Pak Jo berterima kasih karena Woo Hyun bersedia kemari. Woo Hyun menyerahkan kotak obat yang tadi dia bawa saat mengunjungi Seo Young, “Tidak perlu berterima kasih. Barang kiriman anda bagus sekali, jadi aku harus datang”


Pak Jo membawa Woo Hyun masuk. Pak Jo memberitahu jika obat yang disuntikkan pada Seo Young adalah racun mematikan yang tidak terdeteksi saat autopsi, “Jadi kematiannya mirip kematian karena sebab alami..”

“..Ayahku yang menjadi dokter militer saat Perang Dunia Kedua, membuatnya..”

“..Masih banyak obat ajaib selain ini. Akan  kuperlihatkan satu per satu saat sempat”


Woo Hyun berhenti berjalan sejenak, ia tersenyum menatap det Go yang merancau terus - menerus menggumamkan dirinya tidak gila.


Pak Jo berkata jika penanganan det Go berjalan lancar.


Pak Jo mencoba mengaplikasikan obat buatannya pada Woo Hyun, “Akan kujelaskan sebelum kamu salah paham. Ini bukan ujian..”

“..Ini hanya keingintahuanku tentang dirimu”

Woo Hyun tak mempermasalahkan, “Aku mengerti ini juga akan memperkuat rasa percaya”


Pak Jo lantas mengambil satu suntikan yang sudah terisi obat. Pak Jo menjelaskan jika suntikan di tangannya berisi serum kejujuran cair yang tidak berbahaya bagi tubuh, “Ini akan membuatmu rileks”


Obat sudah disuntikkan. Pak Jo bertanya sejauh mana  pengetahuan Woo Hyun tentang kelompok pemburu elite.

“Bisa dibilang aku hampir tahu semuanya. Selama tiga tahun..”

“..Kuselidiki kelompok ini dari CEO Hong”


“Sejak kapan kamu ingin bergabung dengan kami ?”

“Aku tidak ingat. Tapi saat memperoleh informasi tentang kalian, aku sependapat dengan ide – ide kalian”

“Ide – ide apa maksudmu ?”


“Kalian pikir minoritas spesies yang superior harus menguasai mayoritas spesies yang inferior..”

“..Laboratorium ini pasti tempat untuk meneliti spesies inferior itu. Pasti banyak penguasa..”

“..Yang menggunakan data di sini untuk berkuasa”


“Misalnya ?”


Woo Hyun membuka matanya, “Saat kewalahan menjalani hidup, manusia tidak sempat memikirkan akar masalahnya..”

“..Alih – alih berpikir logis, manusia akan bertindak secara emosional. Hidup pun akan mudah..”

“..Jika kita memberikan kambing hitam atas persoalan mereka, mereka akan menghakimi kambing hitam itu..”

“..Lalu yang perlu kita lakukan, hanya tampil baik dan adil serta menepuk punggung mereka..”


“..Seperti melatih anjing”

Woo Hyun tersenyum mengingat wajah  orang – orang yang berhasil ia takhlukkan seperti hewan peliharaan.


"Si Hyeon aa, temani aku sejenak"


“Bersabarlah. Dunia akan berubah. Aku tahu ini sulit, tapi anda harus bertahan..”

“..Selama anda menunggu keadilan akan menang pada akhirnya”


“Anda punya keluarga. Fokuslah melindungi keluarga anda”


“Min Joo yaa, gomawo”



EmoticonEmoticon