Sabtu, April 13, 2019

Sky Castle Episode 10 Part 4


Di rumah sakit, Jin Hee sambil mengiris buah bercerita kalau Suh Jin masih saja bersikap angkuh dan memelototinya meski kebenaran sudah terkuak, “Sikapnya seperti dari keluarga kerajaan saja. Sulit kupercaya ! 16 tahun lamanya.... Dia menipuku selama 16 tanun !! Dia berhak menerima piala Aktris Terbaik Festival Film Cannes !”


Yang Woo malah memuji Suh Jin luar biasa karena mengakui kebohongan seperti itu sangat sulit, “Nilai IQnya pasti 200 !”


Jin Hee mendengus, dia lalu menancapkan pisaunya ke apel, “Makin kuingat, makin kesal !!!”. Yang Woo merinding.

“Beraninya dia menyuruhku untuk menjaga sikap”, imbuh Jin Hee.


Yang Woo menasihati meski latar belakang keluarga Suh Jin seperti itu, dia istri dari bosnya, dan itulah yang terpenting, “Jangan tunjukkan bahwa kamu kesal dan bersikap baiklah padanya”

Jin Hee mengomel, “Aku merasa dikhianati dan aku tidak sudi menemuinya. Bagaiamana caraku menyembunyikannya ?”


Perdebatan mereka terhenti karena ada suara ketukan pintu. Jin Hee mempersilahkan si pengetuk masuk.

Seorang kurir menyerahkan keranjang berisi buah – buahan pada Jin Hee. Jin Hee menerimanya dengan senang hati.


Setelah kurir pergi. Jin Hee cepat – cepat membaca kartu yang tersisip di keranjang. Jin Hee membaca keras – keras isi surat itu, “Semoga lekas sembuh, dari Han Suh Jin”


Mimik muka Jin Hee berubah, dia bergumam, “Han Suh Jin ? Dia tetap akan terus memakai nama itu, bukan ?”

“Itu dari ibu Yeh Suh ?”


Jin Hee menunjukkan isi suratnya pada sang suami, dia lalu berkata, “Bu Kwak Mi Hyang mengucapkan semoga lekas sembuh !!!”

Yang Woo mengambil surat itu, dia meminta Jin Hee segera menghubungi Suh Jin untuk mengucap terima kasih.


“Tidak mau ! Mendengar suaranya saja aku tidak tahan !!”

“Kirimi SMS saja”

Jin Hee tetap tak mau, dia berkata Suh Jin tidak bisa datang kemari karena terlalu malu, itu sebabnya dia mengirim buah, “Coba pikirkan. Jika kejadian ini tidak ada, pasti dia akan datang !”


“Jin Jin... Kamu harus bersikap baik padanya agar dia hanya dekat denganmu. Semua yang kamu lakukan saat dia berjaya itu akan sia - sia”


Jin Hee menaruh keras pisaunya, dia kemudian mengambil ponsel dan menyodorkannya pada Yang Woo, “Kalau begitu, kamu saja yang SMS dia”


Suh Jin sedang berada di Gym Sky Castle. Dia menghentikan mesin treadmill untuk membaca pesan yang baru masuk ke ponselnya. Pesan itu berasal dari Yang Woo yang dia kirimkan lewat ponsel Jin Hee.


‘Eonni, terima kasih. Kamu tahu aku akan selalu memihakmu, bukan ? Terima kasih untuk buahnya. Aku jadi cepat sembuh !’

Pesan itu membuat Suh Jin tersenyum tipis.


Suh Jin pun memutuskan meninggalkan Gym. Usai Suh Jin melangkah menjauh. Seorang wanita yang kemarin hadir di pertemuan menirukan gaya bicara Suh Jin saat berterima kasih pada Prof Cha sekaligus gaya jalan Suh Jin saat meninggalkan Perpustakaan. Semua rekan – rekan wanita itu sontak tertawa.


Pelatih Jo melaporkan pada Pelatih Kim mengenai tragedi terkuaknya identitas Suh Jin sehingga membuat Yeh Suh syok dan tak fokus belajar.

Pelatih Kim terkejut, dia bertanya terbata – bata, “Dia bilang dia lulusan Universitas Sidney ?”

“Dia bohong”


Di luar dugaan, Pelatih Kim yang kita kenal sebagai wanita dengan sikap dingin dan tegas tiba – tiba tertawa seperti orang tak bertata krama. Pelatih Kim benar – benar kegirangan sampai – sampai dia tertawa sambil memukuli meja.

Pelatih Jo diam saja menyaksikan kelakuan gila sang atasan.


Pelatih Kim menghentikan tawanya, dia menghampiri Pelatih Jo, “Kamu tahu harus bagaimana, bukan ? Pastikan Yeh Suh....”

“..Mengeluarkan semua isi hatinya padamu. Dengan begitu, dia akan merasa sedikit lega”

“Baiklah”

“Good.. Good...”


Pelatih Kim mengehentak – hentakkan kakinya, dia melangkah keluar. Pelatih Jo yang masih berada di dalam ruangan mendengar suara Pelatih Kim yang kembali tertawa cekakakan.


Pelatih Kim mengendarai mobil penuh senyuman, dia bergumam, “Apa wanita angkuh itu memiliki rasa rendah diri yang besar ? Berkat dia, semua akan berjalan sesuai rencana”


Sue Lim menatap sedih foto Yeon Du yang tertempel di tempat penyimpanan wadah abu.


Pelatih Kim tiba tidak lama kemudian. Dia menutup mata sambil mendoakan Yeon Du. Sue Lim kaget melihatnya.


Pelatih Kim menyudahi doanya, dia berkata, “Aku tidak percaya aku bersikap masa bodoh. Aku sudah melupakan hari perayaan kematiannya, tapi aku teringat lagi padanya setelah bertemu dengan anda. Anda mau minum teh ?” (hari ini peringatan kematian Yeon Du gaes, makanya Sue Lim ada di sana, disusul Pelatih Kim, tapi mereka gak janjian ketemu di sana).


Pelatih Kim dan Sue Lim kini duduk bersisian. Pelatih Kim menanyakan perkembangan novel Sue Lim. Pelatih Kim lanjut bertanya apa ada yang bisa dia bantu.

“Aku mencoba memberangus diriku sendiri”

“Apa maksud anda ?”


Sue Lim berujar sembari menunduk murung, “Mungkin aku ingin menulis novel itu karena ingin membuang rasa bersalahku atas kejadian yang menimpa Yeon Du, atau mungkin aku memang rakus dan ingin menjadi penulis terkenal karena ini akan menjadi novel pertamaku dalam 15 tahun. Sebenarnya, aku sempat berpikir kamulah penyebab kejadian tragis yang menimpa keluarga Young Jae. Aku kira aku orang yang rasional, tapi ternyata aku menjadi bias”


Pelatih Kim berkata bahwa orang bilang manusia itu bukan makhluk rasional, tapi terus mencoba merasionalkan semua hal, “Jangan terlalu memaksakan diri. Semua pasti akan melakukan hal yang sama jika menjadi anda”

Sue Lim tampak sedikit lega, dia berterima kasih.

“Yeh Suh banyak cerita padaku tentang Woo Joo. Anda membesarkan putra anda dengan baik”


Sue Lim tersenyum, dia bilang jika Woo Joo itu seperti hadiah dari langit, “Aku selalu bersyukur memiliki putra seperti dia di sisiku”

Entah Pelatih Kim tak sadar atau sengaja memberitahu, dia berucap, “Aku juga pernah punya anak yang seperti berkah bagiku”


Sue Lim terkesiap, dia mengulangi perkataan Pelatih Kim, “’Pernah punya’ ?”

“Aku kehilangan anakku akibat kecelakaan”


Sue Lim sontak menatap nanar Pelatih Kim. Dia kemudian menggenggam tangan Pelatih Kim.


Pelatih Kim langsung memandangnya. Sue Lim melempar senyuman untuk menguatkannya. Pelatih Kim membalas senyuman itu.



Penting !!!

Gaes kalian ingat Nyonya kenalan Ny Yoon yang pas itu tanya2 Yeh Suh mengenai pelatih Kim ?

Nah dia itu ternyata Laura Jung, maaf yah aku benar2 lupa sama muka ajumma itu :D. Itulohh ajumma yang nyapa Pelatih Kim pas jalan bersisian sama Suh Jin saat mau keluar restoran.

Untuk eps 9 part 2 sendiri udah aku perbaharui, nama Nyonya udah aku ganti sama Laura Jung. Ingat yaah Laura mengenali Pleatih Kim sebagai Jennifer.

2 komentar

kecurigaan sue lim pada pelatih kim memudar nih. penasaran keluarga suh jin bakal diapain sama dia. smg tdk setragis kel young jae. makasih chingu :)

Terimakasih atas sinopsisnya ya Gan... Bagus...


EmoticonEmoticon