Jumat, April 19, 2019

Sky Castle Episode 12 Part 6


Min Hyuk menggernyitkan dahi, “Itu wig. Dia punya barang seperti itu ?”. 


Beberapa detik kemudian Min Hyuk tersenyum, dia berkata jika murid pintar juga tahu caranya bersenang – senang, “Anggap saja kamu tidak pernah melihatnya. DI mana Se Ri ?”



Seung Hye membuang wig Se Ri ke lantai, dia memberitahu kalau Se Ri ke Itaewon untuk bertemu dengan teman – temannya.


Min Hyuk protes, “Kenapa kamu buang seperti itu ?”. Min Hyuk memungut rambut palsu itu, dia berucap jika ia yakin teman – teman  Se Ri sangat ingin bertemu dengannya karena dia sudah pulang, “Pergaulannya luas seperti aku”


Seung Hye tersenyum tipis, dia lalu mengambil ponselnya di saku karena bergetar. 


Seung Hye mengangkat panggilan dari kakaknya, “Eonni, aku benar – benar lupa menelepon. Se Ri sudah pulang”

“Se Ri nenek sihir itu ! Dia benar – benar sudah di Korea, ya ?”

“Eonni..”


“Itu kakakmu ? Aku ingin bicara dengannya”

Seung Hye hanya melirik suaminya karena dia fokus mendengarkan amukan sang kakak, “Semua itu bohong, kamu tahu ?!!! Semua bohong !!! Dia membohongi kita !!!! Mulai dari Harvard hingga semuanya, dia menipu kita !!!”

Seung Hye masih memasang senyumnya sembari menatap Min Hyuk meski perasaannya kini tengah bercampur aduk.


“Oh My God, kakak baru tahu soal ini sekarang !!! Harus kita apakan berandal itu !!!? Harus kita apakaaan perempuas lancang itu ?!!!!”, teriak kakak.

Seung Hye benar – benar terkesiap sementara Min Hyuk berkata, “Biarkan aku bicara dengannya, ya ?”


Seung Hye tak menanggapi, dia buru – buru mengakhiri panggilan, “Aaa.... Aku tahu eonni”

Min Hyuk merajuk, “Kenapa kamu tutuuuup ? Aku ingin berterima kasih padanya”


Seung Hye berujar terbata – bata berusaha mencari – cari alasan, “Ah.. Ya.. dia menelepon dalam perjalanannya ke kantor dan ingin memastikan jika Se Ri sudah di rumah”


“Sungguh ? Aku harus meneleponnya lain kali. Berkat dia keadaan Se Ri baik – baik saja”. Min Hyuk kemudian melemparkan wig Se Ri ke tangan Seung Hye sebelum akhirnya keluar.


Seung Hye membuang wig Se Ri, dia menghubungi kakaknya. Seung Hye bicara dengan suara lirih sekaligus kepanikan, “Eonni, apa maksud eonni ? Kakak hadir di upacara penyambutan Se Ri....bahkan mengambil semua barangnya dari asramanyaaa. Bohong apanya ?”


“Kakak baru saja dihubungi dari Kantor Polisi Cambridge...Se Ri berpura – pura menjadi mahasiswa Harvard ! Jadi Harvard menuntutnya ! Dia menyelinap diam – diam ke kelas dan makan di kantin mereka. Selama ini dia tinggal di asrama seolah – olah dia mahasiswa Harvard ! Oh My God... Dia itu gila !!!!! Perempuan lancang itu gila !!!!!!”, teriak kakak. Kakak lanjut memberitahu jika Se Ri takut tertangkap itu sebabnya dia terbang ke Korea, “Harvard menuntutnya 62.000 dolar untuk semua kerugiannya.... Omo.... harus kita apakan anak sial itu ? Harus kita apakan Se Ri, Seung Hyeee ?”


Seung Hye sangat terpukul, tangannya gemetaran. Seung Hye menjatuhkan dirinya. Dia menatap wig Se Ri di lantai. Kakak di seberang panggilan memanggil – manggil nama Seung Hye tapi Seung Hye tak merespon karena pikirannya melayang.


Suh Jin sedang berteleponan, dia minta maaf pada ibu mertuannya karena sangat sibuk belakangan in.


Ny Yoon tak mau dengar, “Itu tidak bisa dijadikan alasan. Bisa – bisanya kamu lupa soal pertunjukan solo cucu Pak Lee ? Terlebih, acara ini diadakan di Sky Castle. Pokoknya, aku bertemu dengan bu Jung di pertunjukan itu. Luangkan waktu setengah jam. Kami ada di kafetaria....Baiklah, akan kami tunggu”


Panggilan usai. Ny Yoon memberitahu Ny Jung kalau Suh Jin akan datang. Ny Jung cengengesan, dia mengucap terima kasih.


Ny Yoon tersenyum, dia lalu berujar, “Calon pimpinan sudah mengadakan pertunjukan solo. Tidak lama lagi, dia pasti akan mengadakan konser”

“Benar, bukan ? Aku iri sekali”

“Kamu juga harus mencobanya”

“Aku ingin sekali”

Ny Jung dan Ny Yoon kemudian saling melempar tawa.


Ny Yoon berkata kalau sulit sekali membesarkan anak untuk menjadi artis sukses.

Ny Jung membenarkan tepat saat Yeh Bin dan Hye Na masuk kafetaria.


Yeh Bin terkejut melihat Ny Yoon, dia langsung berlari menghampiri sang nenek.

“Omoo.. Kamu pasti cucu bungsunya. Sepertinya kamu anak yang pandai”, puji Ny Jung.

Yeh Bin menangapi dengan senyuman sebelum akhirnya dia membungkuk sambil mengucap ‘Halo’ pada Ny Jung.


Ny Yoon menatap Hye Na, Hye Na sontak membungkuk hormat. Hye Bin memperkenalkan Hye Na sebagai tutornya. Dia bercerita kalau sekarang nilai ujian matematikanya selalu mendapat nilai 100.


Ny Yoon cukup kaget, “Dia tutormu ?”

Yeh Bin membenarkan, “Ya. Dia satu sekolah dengan Yeh Suh eonni. Kini dia tinggal bersama kali”

“Kamu tinggal bersama mereka ?”


“Ibu Yeh Suh berbaik hati mengizinkanku menjadi tutor tinggal di rumahnya”

Ny Jung menyahut, “Omooo, dia mempekerjakan murid SMA ?”


Suh Jin muncul, dia menyuruh Hye Na mengajak Hye Bin ke atas. 


Hye Na menurut tapi sebelum pergi Hye Na berkata, “Sampai jumpa....halmeoni” 

Suh Jin seketika menatap kesal Hye Na sementara Ny Yoon menimpali, “Ya, naiklah”


Sebelum beranjak Hye Na menatap licik Suh Jin (Waah jadi dia sengaja memancing emosi Suh Jin :O).


Suh Jin duduk, “Senang bertemu denganmu”, ujarnya pada Ny Jung.

Ny Jung sendiri berterima kasih karena Suh Jin sudah menyempatkan waktu untuk bertemu dengannya, dia lanjut memperkenalkan diri sebagai Laura Jung. Sepersekian detik kemudian Ny Jung ingat, “Omooo, kita sudah pernah bertemu, bukan ?”


Ny Yoon menoleh ke arah menantunya penuh keheranan. Suh Jin masih belum ingat, dia juga kebingungan. Ny Jung lantas berkata jika mereka pernah bertemu di Hotel Seoul, di depan lift.


Suh Jin sejenak berfikir, dia akhirnya ingat, “Aaaa. Yee... Yeee.. sekarang aku ingat”


Ny Jung tertawa, “Jadi kamu menantu bu Yoon ternyata...Dunia memang sempit. Ah benar.. Wanita yang bersamamu saat itu... Bagaimana kamu bisa mengenalnya ?”


“Kenapa anda tanya ?”

“Dia sangat mirip dengan Jennifer”

“Bukankah Bu Kim Joo Young bilang dia bukan kenalan anda ?”


“Bu Kim Joo Young ? Maksudmu, pelatih Yeh Suh ?”, tanya Ny Yoon.

Suh Jin mengangguk.


“Omo, dia menjadi pelatih Yeh Suh ?” Ny Jung terperangah dia lanjut berucap kalau Jennifer Kim terkenal di Fairfax, “Bukankah dia memiliki seorang putri ? Nama anak itu Kay”

Suh Jin menggeleng, “Aku tidak tahu apa pun tentang kehidupan pribadinya. Aku bahkan tidak perlu tahu”


“Tunggu aku akan perlihatkan sesuatu”. Ny Jung mengambil ponselnya, dia mencari – cari artikel lalu memberikan ponselnya pada Suh Jin, “Lihatlah. Dia wanita ini, bukan ?”


Mata Suh Jin seketika melebar setelah membaca artikel berjudul ‘Ditangkap Atas Pembunuhan Suaminya Berkedok Kecelakaan’ yang memuat wajah Pelatih Kim.

Bersambung...

6 komentar

wah drama ini benar2 keren. di tiap episode selalu ada kejutan. trima kasih chingu atas kerja kerasnya menulis sinopsisnya. semangat

Ayeeee... Btw eonni ngikuti drama ini yg lagi tayang di trans gak niih ?

baru ngikutin 2 hari ini say. msh awal2 kan ceritanya. dan ternyata di drama cha min hyuk ngga seseram yg kubayangkan wkwk

Ehe he :D kocak emang ajeossi itu eonni :D ..

iya. jin hee walo kesannya nyebelin tp di drama lucu juga ya. wkwk. aku setia menunggu sinopsisnya lho ehehehe. makasih ya


EmoticonEmoticon