Sabtu, April 20, 2019

Sky Castle Episode 13 Part 6


Esoknya, hujan salju melanda areal di sekitar persinggahan Soo Chang. Ajeossi menutupi luka di tangan Soo Chang sambil berkata, “Astaga kamu malang sekali. Jangan pernah gunakan kapak lagi ! Dia akan datang jika mau”


Ajeossi selesai membebat tangan Soo Chang, dia bangkit sebelum akhirnya mengedarkan pandangan ke luar jendela. Ajeossi kemudian berucap jika dia melihat seseorang di sana.

Soo Chang mengikuti arah mata Ajeossi.


Soo Chang berdiri, dia menajamkan penglihatannya. Soo Chang menangis haru. Dia lalu berlari keluar.


Young Jae dengan tampilan kumal perlahan melangkah mendekati rumah kayu. Soo Chang tanpa alas kaki memacu langkahnya menghampiri sang putra.


Soo Chang dan Young Jae saling berpelukan. Dua orang itu sama – sama menangis.


Sue Lim mengetikkan kalimat.

‘........Kim Joo Young, Jurusan Matematika di Universitas Nasional Seoul’

‘Kenapa Kim Joo Young melakukan ini ?’


Terdengar suara ketukan, Sue Lim menoleh dan mendapati Woo Joo tersenyum sambil membawa minuman.

“Ooo..adeul..Astagaaa...kamu bisa membaca pikiran ibu”


Woo Joo tertawa, dia memberikan minumannya pada Sue Lim. Woo Joo memberitahu sang ibu jika dia mau bersantai hari ini karena sepertinya ia harus menemui Ki Joon dan Suh Joon.

Sue Lim bertanya heran, “Kamu harus menemui mereka ? Ada sesuatu ?”

“Suasana hati mereka sepertinya sedang tidak bagus. Jika teman kita datang, kita akan merasa lebih baik, bukan ?”


Sue Lim tersenyum, “Lihatlah dirimu. Perhatian sekali. Bersenang – senanglah sampai Suh Joon dan Ki Joon muak denganmu”

Woo Joo mengiyakan sambil memberi hormat pada Sue Lim sebelum akhirnya beranjak.


Ponsel Sue Lim bergetar, Sue Lim bergegas mengangkat telepon itu, “Ya, Prof Park ?”. Wajah Sue Lim berubah terkejut, “Young Jae datang ?”


Sesaat kemudian, Sue Lim turun dari kendaraannya yang sudah terparkir tidak jauh dari rumah kayu.

Young Jae dan Soo Chang membuka pintu menyambut kedatangannya.


Young Jae mendekati Sue Lim dia berkata, “Ayahku bercerita soal anda kepadaku. Ada yang harus kusampaikan kepada anda”


Adegan beralih ke dalam rumah. Sue Lim terkesiap, dia bertanya memastikan, “Dia memberimu kontak Ga Eul ? Pelatih Kim sendiri ?”

Young Jae mengangguk, “Awalnya, kukira itu hadiah karena masuk UNS. Tapi ternyata..kurasa itu pukulan mematikan. Di buku harian, aku menulis ingin membalas dendam, tapi saat aku diterima...kurasa mingkin itu tidak dibutuhkan lagi”

Sue Lim menghela nafas, dia tak habis pikir kenapa Pelatih Kim melakukan hal semacam itu.


Young Jae merenung, dia mengingat ucapan Pelatih Kim saat sesi meditasi, “Cukup bayangkan saat kamu menerima surat penerimaan dari Fakultas Kedokteran UNS. Kamu akan melempar surat penerimaan itu kepadanya dan akhirnya keluar dari penderitaan yang membuatmu muak dan lelah ini. Cukup bayangkan momen itu”


Young Jae yang sedari tadi memejamkan mata langsung membuka kelopak alat penglihatannya itu. Pelatih Kim meraih leher Young Jae. Dia kemudian meneruskan, “Wanita itu mengusir Ga Eul. Kamu tidak boleh memaafkan siapa pun yang menghalangi hidupmu dan menghancurkan kebahagiaanmu”


Pelatih Kim memeluk Young Jae, dia lanjut berkata, “Meski itu ibumu sendiri”


Sue Lim sontak berdiri usai Young Jae bercerita, dia benar – benar geram, “Bisa – bisanya dia.....”

“Wanita itu, Kim Joo Young.....sungguh mengerikan. Dia bahkan bisa mengendalikan pikiran murid - muridnya”


Young Jae bangkit, dia berujar jika ayahnya bilang Sue Lim akan menulis sebuah buku tentang pengalaman dirinya. Young Jae dengan mata penuh pengharapan menyuruh Sue Lim menulis kisahnya.


Sue Lim tak menjawab, dia menatap sedih Young Jae, meski pun begitu dari ekpresinya bisa terbaca jika Sue Lim menerima permintaan Young Jae.

Sue Lim menggenggam tangan Young Jae.


Yang Woo menjatuhkan ayamnya. Dia dan Jin Hee sama – sama terperangah, “Tidak mungkin ! Sungguh ? Yang benar ?”, tanya Jin Hee yang syok berat.


Soo Han mengangguk. Soo Han memberitahu jika Hye Na mendengar semuanya, “Suh Joon hyeong bilang, ‘Teganya Kakak berpura – pura masuk Harvard dan membodohi kami ?’. Dia berkata seperti itu dan membentak Se Ri noona, benar bukan ?”, tanyanya pada Yeh Bin.


Yeh Bin kesal, dia memukul kaki Soo Han. Yeh Bin berbisik, “Kamu terlalu bersemangat, ya ? Aku memintamu merahasiakan ini !”


Jin Hee ikut – ikutan berbisik, dia berkata pada suaminya kalau ini benar – benar berita besar.

“Kudengar Prof Cha datang ke pemakaman bersama Kepala Kang”

Jin Hee meletakkan ayamnya, dia mencomoti jarinya kemudian berucap lirih, “Berarti Prof Cha mungkin belum tahu soal ini. Andai dia tahu, Se Ri pasti sudah tamat sekarang. Kamu tahu bertapa egois dan ambisiunya dia”


Yeh Bin dan Soo Han diam – diam fokus menyimak percakapan pasangan suami – istri di depannya.

Yang Woo : Jin Jin, ini serius. Aku harus memberitahu dia.

Jin Hee : Kamu sudah gila, ya ? Jangan membuat situasi makin kacau. Jangan lakukan apa pun, mengerti ?


“Hanya dia yang tidak tahu. Kamu pikir ini masuk akal ? Aku harus memberi tahu dia sebagai sesama orang tua”, ucap Yang Woo sambil memegangi ponsel.

“Astagaa, kamu memang tidak peka kapan harus bungkam. Kamu pikir dia akan berterima kasih jika kamu memberitahunya ?”

Yang Woo membuka mulutnya lebar – lebar, dia berkata kalau ucapan Jin Hee ada benarnya juga. Jin Hee memasukkan acar lobak ke mulut Yang Woo yang terus saja terbuka.


Yang Woo akhirnya menutup mulutnya, dia mengunyahi acar lobak sementara Jin Hee bergumam, “Aigoo, ibunya selalu berlagak elegan dan berkelas, tapi dia dikhianati anaknya sendiri. Aku merasa kasihan kepada wanita itu”


Jin Hee lalu melirik putranya, Soo Han menatap waswas sambil mengunyah ayamnya. Jin Hee bertanya apa makanannya enak. Soo Han mengangguk polos.


Jin Hee yang sudah pasrah dengan putranya berujar sabar, dia menyuruh Soo Han makan sebanyak mungkin.


Suh Jin langsung meletakkan cangkir minumnya, dia kaget setelah Sue Lim menceritakan pertemuannya dengan Young Jae, “Dia memberinya informasi kontak Ga Eul ? Saat dia benar – benar tahu tentang semua yang dilalui ibu Young Jae karena Ga Eul ?”

“Dia bahkan memberitahunya perbuatan Ga Eul. Dia bilang ibu Ga Eul meninggal akibat suatu penyakit setelah diusir tanpa membawa apa pun dan berjuang mencari nafkah di Sinan. Dia menemukan sesuatu yang bisa mempengaruhi Young Jae”


Suh Jin membekap mulut sangking terkejutnya. Sue Lim melanjutkan, “Young Jae bertanya – tanya apa dia benar – benar harus pergi dari rumah setelah diterima di UNS. Tapi mendengar Ga Eul mengalami kesulitan seperti itu.....Itu pukulan mematikan. Kamu masih berpikir aku mencemaskan hal yang tidak ada ?”


Suh Jin berjalan memasuki tempat makan,


Suh Jin menghampiri Pelatih Jo yang duduk menunggu lebih dulu di sana. Pelatih Jo bangkit untuk memberikan salam hormat dengan tundukan kepala. Suh Jin bertanya dengan raut marah, “kamu yang memeriksa Hye Na bukan ?”

Pelatih Jo mengangguk.


Suh Jin dan Pelatih Jo kini sudah duduk berhadapan. Suh Jin dengan tegas menyuruh Pelatih Jo berterus terang sekarang.

Pelatih Jo mengeluarkan ponsel dari saku jasnya. Pelatih Jo sejenak mengotak -  atik ponselnya lalu meletakkannya di dekat Suh Jin.


Suh Jin mengambil ponsel Pelatih Jo di meja. 


Suh Jin terhenyak melihat foto Joon Sang dan Eun Hye. Suh Jin menggeser layar, dia membaca pesan ketikan Eun Hye.

‘Aku menelepon karena ada yang harus kusampaikan. Kamu memiliki seorang putri’


Suh Jin makin terpukul. Dia sontak menatap Pelatih Jo, “Jadi, dia tahu soal ini dan tetap menyarankanku untuk membiarkan Hye Na tinggal di rumahku ?”

Pelatih Jo tak menjawab, dia hanya berkata, “Bu Kim menunggu anda. Dia memintaku untuk membawa anda”


Pelatih Kim duduk santai di apartemennya sambil memejamkan mata menikmati musik klasik yang tengah terputar.

Tidak lama kemudian Pelatih Kim membuka mata , dia tersenyum.


Bersambung....

1 komentar

pelatih kim benar2 kejam ya. sudah banyak korbannya. tampaknya dia ingin org lain mengalami nasib sengsara spt dia yg kehilangan anak jeniusnya dlm sekejap. se ri jg benar2 mengejutkan. daebak drama ini pesan2nya luar biasa. makasih ya chingu. tetap semangat ya


EmoticonEmoticon