Senin, April 01, 2019

Sky Castle Episode 5 Part 6

Flashback End

Suh Jin masih mengomel, dia kesal karena Sue Lim beraninya ikut campur jika tidak tahu apa – apa.

Sue Lim memegangi kepalanya tak habis pikir, “Jika kamu membesarkan dia seperti itu, apa dia akan baik – baik saja ? Bagaimana jika dia mencuri sesuatu yang lebih besar dari ini ?”


“Kamu pikir putramu baik – baik saja punya ibu seperti kamu ?”

“Tapi Woo Joo tidak mencuri”


Suh Jin emosi, dia menegaskan jika ini permainan bukan pencurian. Suh Jin yakin Yeh Bin akan melupakan sendiri permainan ini saat kuliah nanti, “Stress ini akan hilang saat dia berada di tempat yang dia inginkan !!..”

“Yahh.. Inilah caraku untuk mengirimnya ke universitas yang bagus. Aku bahkan bisa bertindak lebih jauh lagi..”

“..Dengan begitu setidaknya anak – anakku akan hidup seperti aku”


Suh Jin beranjak, tapi niatan itu terurungkan, dia lanjut mengoloki, “Suamimu tumbuh besar di panti asuhan, bukan ? Hya.. Pernikahan anak yatim piatu yang sukses sepertimu itu langkah ! Kamu harus tahu diri..”

“..Bagaimana jika anakmu yang bebas itu tidak masuk perguruan tinggi elite ? Ini persaingan sosial. Pikirmu dia akan mampu menjadi seperti ayahnya ?”


Sue Lim berusaha mengendalikan kemarahannya. Sue Lim berkata mesti Woo Joo tidak sesukses ayahnya, dia tidak masalah selama anaknya bahagia.

“Jangan munafik ! Meski suamimu sukses,  meski kamu sukses, jika anakmu gagal, hidupmu pun akan gagal !..”

“..Kau..Jangan bersikap keterlaluan lagi ! Atau aku akan membunuhmu !”


Jin Hee menunggui Suh Jin di depan rumah Kang, “Kenapa tidak dijawab ?”, gumamnya cemas 


Tidak lama kemudian Jin Hee melihat mobil Suh Jin. Dia membantu Suh Jin memasukkan kendaraannya ke dalam bagasi.


Jin Hee menyuruh Suh Jin menurunkan kacanya.

“Ada apa ?”

“Aku punya kabar buruk. Buruk sekali !”


Jin Hee yang sudah duduk di samping Suh Jin memberitahu jika departemen sedang heboh karena semua orang percaya Joon Sang akan mendapatkan posisi itu, “Kamu akan bagaimana sekarang ?”

Suh Jin menjawab tenang, “Kirimkan karangan bunga”


Jin Hee refleks mengatainya gila, “Menjaga penampilan dan bersikap elegan sudah cukup, tapi bisa – bisanya kamu masih bersikap sopan di saat seperti ini ? Orang luar akan menggantikan orang dalam..”

“..Semua menjadi bencana sejak mereka pindah ke sini, tapi kamu malah mau kirim bunga ? Terkadang kamu membuatku kesal eonni”

Suh Jin menegur cara bicara Jin Hee yang mulai kurang ajar.


Jin Hee gelagapan. Jin Hee beralasan karena dia mencemaskan Prof Kang,

Suh Jin menimpali ketus, “Biar aku yang mencemaskan suamiku. Urus saja suamimu sendiri”


Suh Jin menatap tajam Jin Hee. Jin Hee bisa membaca kode itu, dia langsung keluar mobil.


Suh Jin kembali menjalankan mobilnya. Dia kini tengah bertatap temu dengan ibu mertua. Ny Kang sibuk mengelapi daun. Ny Kang bilang dia sudah mendengar rumor jika Prof Hwang kandidat terkuat.

Suh Jin membenarkan, tapi menurutnya Chi Young tidak ada apa – apanya dibandingkan Joon Sang dalam hal kemampuan dan latar belakang. Suh Jin bertanya takut – takut, bisakah ibu mertua bicara dengan pimpinan dewan.


“Jika kamu ingin suamimu menjadi dirut, kamu juga harus terlibat. Mengubah semua yang palsu menjadi nyata adalah keahlianmu”

Suh Jin hanya bisa menelan ludah menerima penghinaan.


Ny Kang melanjutkan ucapannya, “Apa para penghuni Sky Castle masih mengira ayahmu presdir bank ? Yeh Suh dan Yeh Bin mengira kamu kuliah di Sidney..”

“..Kebohonganmu sangat rapi. Tapi kamu tidak bisa membawa suamimu menuju kesuksesan ?”


Suh Jin menggenggam erat – erat jarinya, dia terlihat berusaha meredam kemarahan. Ny Kang terus saja bicara.

“Kamu menyingkirkan cinta pertama Joon Sang yang tidak bisa kuatasi dan menggantikannya..”

“..Kenapa kamu meminta bantuan yang sebenarnya bisa kamu atasi ? Mendiang suamiku mungkin..”

“..Dokter pimpinan dewan, tapi aku tidak bisa meminta tolong di dalam situasi seperti ini..”

“..Jika pesaingnya lebih lemah dibandingkan Joon Sang dalam hal kemampuan dan latar belakang..”

“..Haruskah aku memohon presdir untuk menunjuk putraku menjadi dirut ?”


Suh Jin menunduk, dia minta maaf. Ny Kang melarang Suh Jin melakukan tindakan yang nantinya akan dia sesali.


Suh Jin meninggalkan rumah ibu mertua dengan perasaan bercampur aduk. Suh Jin masuk mobil, ucapan ibu mertua terngiang.

“Kamu menyingkirkan cinta pertama Joon Sang yang tidak bisa kuatasi dan menggantikannya. Kenapa kamu meminta bantuan yang sebenarnya bisa kamu atasi ?”


Seorang wanita paruh baya menatap haru foto masa mudanya bersama seorang pria. Dia cepat – cepat menyembunyikan foto itu saat Hye Na memasuki kamar.


Hye Na membagikan roti isi kacang merah ke semua orang di kamar rawat ibunya.


Hye Na mengambil satu roti lalu menunjukkannya pada sang ibu, “Aku bawakan ibu roti kacang merah. Kesukaan ibu”

Ibu Hye Na tersenyum. Hye Na langsung memeluknya. 


“Ibu baik – baik saja ?”

Ibu mengiyakan dengan wajah sedih.


Saat makan malam, Joon Sang marah setelah Suh Jin menceritakan pertemuannya dengan Ny Kang, “Kamu pikir aku anak kecil ? Aku tidak butuh bantuannya”

“Dia juga ingin kamu menjadi dirut”


“Kamu membuatku semakin terlihat buruk”

“Siapa yang peduli ? Dia ibumu. Berpura – pura tidak akan membantumu”


Joon Sang menatap kesal Suh Jin, dia kemudian membanting keras alat makannya. Suh Jin terhenyak.


Ponsel Joon Sang bergetar. Suh Jin melirik sekilas layar ponsel sang suami. Joon Sang tak bergegas mengangkatnya karena sibuk memikirkan masalah dirut.


Suh Jin bertanya, “Kamu tidak angkat ?”


Joon Sang akhirnya menerima panggilan itu, “Halo ?”

“Profesor Kang Joon Sang ?”

Joon Sang kebingungan mendengar suara wanita barusan, “Siapa ini ?”


Ternyata ibu Hye Na di seberang panggilan. Ibu Hye Na tak kunjung menjawab, Joon Sang lantas mengulangi pertanyaannya, “Siapa kamu ?”

“Ini....Eun Hye.....Kim Eun Hye. Aku ingin meminta tolong”


Bersambung....


EmoticonEmoticon