Senin, Mei 06, 2019

Sky Castle Episode 20 Part 6


Min Hyuk menatap putrinya sangat lama sampai membuat Seung Hye was – was. Beberapa detik kemudian Min Hyuk berkata jika sepertinya ia harus mulai mengambil les dansa.


Seung Hye tersenyum tipis, dia mengingatkan kalau Min Hyuk jago dansa waltz. (Ingat dansa Min Hyuk di pesta Young Jae ? :D)


Min Hyuk tersenyum malu – malu, “Astagaa. Aku harus mempelajari gerakan dansa yang baru”

“Mau kuajari appa ?”, tanya Se Ri.


Min Hyuk detik itu juga berdiri, “Ada akademi dansa di atas bangunan penatu kakekmu. Anjing peliharaan pemilik restoran bisa memasak dalam tiga tahun, selera irama ayah sangat bagus”

Se Ri tak menunggu lebih lama lagi, dia memutarkan musik di ponselnya lalu mengajak ayahnya mulai menari.


Seung Hye tertawa cekakakan melihat gerakan kaku super sekaligus penuh semangat Min Hyuk yang menirukan tarian Se Ri.


Beberapa narapidana termasuk Pelatih Kim melangkah berbuntutan memasuki bus tahanan.

Sipir wanita mengarahkan Pelatih Kim menuju kursinya.


Saat Pelatih Kim duduk itulah terdengar teriakan kemarahan In Gyu, “Kim Joo Young !! Apa yang kamu perbuat pada kami ? LIHAT PERBUATANMU INI !!!! Katamu ini tidak akan terjadi. KATAMU KAMI AKAN BEBAS !!!”

Sipir di belakang In Gyu mengamuk menyuruh In Gyu diam dan duduk.


In Gyu terpaksa duduk, dia menangis. Sementara Pelatih Jo yang tadi berjalan di belakang In Gyu menatap Pelatih Kim yang terlihat murung.

Pelatih Jo melemparkan senyum yang mengkodekan kalau ia baik – baik saja sebelum akhirnya Pelatih Jo duduk.


Pelatih Kim tak bisa melepaskan pandangannya pada Pelatih Jo. Matanya berkaca – kaca.

Flashback

Tampak seseorang memotong sambungan rem mobil.

Orang itu kemudian keluar dari lompongan mobil yang kemungkinan besar milik suami Pelatih Kim.


Pelatih Kim menyerahkan kantong kertas berisi bendelan – bendelan uang pada pria pemotong yang tidak lain adalah Pelatih Jo yang berpenampilan semrawutan.


Pelatih Jo mengecek uangnya, dia tersenyum puas usai mencium hartanya itu.

Flashback End

Pelatih Kim masih saja menatap Pelatih Jo. Tidak lama kemudian dia menangis.


Sue Lim keluar dari mobil. Entah dia di mana. Young Jae yang tengah melajukan sepeda dan masih belum mengenali sosok Sue Lim mengebelnya untuk menghindari tabrakan. 


Sue Lim kaget melihat Young Jae, “Oo,, Young Jae yaaa....”, sapanya.


Young Jae yang mengenali suara pemanggil namanya barusan sontak menekan rem, “Bu Lee.....”, sapa Young Jae sambil turun dari sepeda.


Sue Lim menghampiri Young Jae, “Sudah lama kita tidak bertemu. Keadaanmu baik – baik saja ?”

“Ya...Aku baik – baiks aja. Anda sendiri ?”

Sue Lim mengangguk mengiyakan.

“Anda mau bertemu dengan ayahku ?”

“Ya”


Young Jae menatap ke arah Pusat Kesehatan Jeongseon di hadapannya.

Sue Lim mengikuti arah pandang Young Jae. Dia langsung menundukkan kepala menyapa Soo Chang yang berdiri di depan pintu masuk.

Dan Soo Chang membalas tundukan sapaan itu.


Mereka kini sudah berpindah tempat. Sue Lim menyodorkan buku berjudul ‘Selamat Tinggal Sky Castle’ pada Soo Chang, “Bukuku sudah dirilis. Kurasa aku harus memberimu salinan pertamanya”


Sue Lim lanjut mengeluarkan satu buku lagi, “Yang ini milikmu, Young Jae”

Young Jae menerima buku sodoran Sue Lim, dia berterima kasih.


Soo Chang membuka buku di tangannya, dia membaca tulisan tangan yang mengisi halaman depan buku pemberian Sue Lim itu.

‘Untuk Dokter Park Soo Chang. Berkat anda buku ini bisa diterbitkan. Terima kasih’


Young Jae juga melakukan hal yang sama, dia membaca pesan Sue Lim di buku miliknya.

‘Terima kasih, Young Jae. Aku tidak akan bisa menulis karya ini jika bukan karena kamu’

Young Jae tersenyum. (kenapa banyak pemain SC punya lesung pipi :D . Young Jae, Yeh Suh, Suh Jin, Seung Hye)


Sue Lim yang melihat senyum Young Jae ikutan tersenyum. Dia lalu berkata jika bukan karena Soo Chang dan Young Jae pasti ia akan menyerah. Sue Lim mengucap terima kasih pada mereka berdua.


Soo Chang : Kamu sudah bekerja keras membuat buku ini. Tiap kamu menghubungiku dan mengalami hambatan, aku jadi mampu merefleksikan diriku setelah menceritakan kisahku padamu, aku pun menjadi tenang. Akulah yang seharusnya berterima kasih.


Sue Lim menunduk sambil tersenyum. Young Jae menyahut, “Aku juga Bu Lee. Saat anda menghubungiku perihal Yeh Suh, aku berpikir keras dan sadar bahwa aku juga menerima kertas ujian curian dari Kim Joo Young saat aku pikir semua soal itu memang akurat saja. Ada saatnya...aku menyesal karena tidak meneruskan kuliah di UNS tapi aku tahu bahwa ini keputusan yang tepat. Aku tidak lolos ujian masuk dengan jujur”


Soo Chang memegangi tangan putranya. Dia memberitahu Sue Lim kalau Young Jae ingin kembali kuliah.

“Sungguh ?”, tanya Sue Lim yang terkejut sekaligus senang.


Young Jae menimpali jika dia ingin kulliah konseling psikologi demi generasi muda, “Aku ingin membantu murid – murid yang stress seperti Jung Min dan aku dulu”

“Itu bagus. Aku yakin kamu akan sukses”

Young Jae tersenyum, dia berterima kasih.


Entah sudah berapa lama mereka di tempat makan itu karena Sue Lim dan Soo Chang tertawa lepas. (ini adegannya kayak di SKIP gaes. Yang pasti mereka di sana udah cukup lama karena dua orang di sebelah meja mereka sampai udah pergi)

Sue Lim : Aigoo. Aku sangat gugup saat kali pertama bertemu kalian di kabin gunung.

Soo Chang : Haha..Aku terlihat seram, ya ? :D

Sue Lim dan Soo Chang kembali tertawa.


Soo Chang kemudian berucap, “Makanan di sini enak, bukan ? Makanlah sepuasmu”

Sue Lim mengangguk mengiyakan.

Young Jae mengimbuhkan jika ini restoran terbaik di area sini.


Sue Lim membalas perkataan Young Jae dengan senyuman. Dia lalu mengambil sumpit kemudian meletakan lauk di atas nasi Young Jae, “Makanlah, Young Jae”, ujarnya.


Young Jae seketika termenung. 

Flashback

Myung Joo menaruh lauk di atas nasi Young Jae, “Makanlah nak”

Young Jae diam saja.

Myung Joo lantas berkata, “Nak, pasti ini berat bagimu. Tapi kamu sudah hampir berhasil. Bertahanlah, ya ?”


Young Jae mengangguk dengan wajah sedihnya sementara Myung Joo beralih bicara pada Soo Chang sambil tersenyum, “Sayang, kamu ingat ? Saat Young Jae masih belajar merangkak, dia menaruh kakinya ke mangkuk supmu setelah menginjak kotoran dia, tapi kamu tetap habiskan supmu itu”


“Ayolaah. Itu kaki putraku sendiri. Untuk apa aku jijik ?”


Soo Chang dan Myung Joo sama – sama tertawa. Myung Joo kemudian mengelus kepala sang putra, “Aigoo. Dahulu kamu sering terkena flu dan demam. Ibu harus berlari saat turun salju dan menggendongmu ke rumah sakit. Terima kasih sudah tumbuh besar menjadi anak pintar dan sehat putraku”

Flashback End

Young Jae menangis. Soo Chang menatapnya murung. Soo Chang lalu mengkalungkan lengannya ke bahu putranya.


Ki Joon kegirangan karena berhasil mencetak gol. Suh Joon melemparkan bola basketnya pada sang adik. Ki Joon menangkapnya, dia kemudian bertanya, “Hya... Apa kita benar – benar harus melakukannya ?”


Suh Joon menimpali santai, “Pasti bagus dan membantu kita, bukan ?”


“Astagaaa, kamu tahu dia seperti apa. Dia tidak akan membantu kita. Kamu pikir akan berhasil ?”, tanya Ki Joon sambil melemparkan bola ke ring.

Suh Joon mengambil bola basket yang memantul lalu memantulkannya ke arah Ki Joon, “Mungkin Yeh Suh akan menolak. Aku akan tanya langsung saja”. Suh Joon kemudian mengambil ponselnya di saku.


Yeh Suh yang sibuk belajar menghentikan aktifitasnya sejenak karena ponselnya bergetar.

Yeh Suh membaca pesan yang barusan masuk, senyumnya langsung mengembang.


EmoticonEmoticon